<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5750930463977799253</id><updated>2011-04-21T18:12:24.104-07:00</updated><category term='hasil survey 40an orang'/><category term='Embrio artikel FDK'/><category term='MBLEHOM artinya Memble Dohom'/><category term='tolong dikritisi'/><category term='Gimana kabar temen-temen ?'/><category term='berbagai segmen'/><category term='Imam Hadi'/><category term='Universitas Gadjah Mada'/><title type='text'>Dream and Science guides me cross this life</title><subtitle type='html'>"Kawan Bermimpilah, karena seorang manusia harus hidup dengan mimpi dalam dirinya."</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://raging-dream.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5750930463977799253/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raging-dream.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Hilmee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16850958062248677370</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp0.blogger.com/_0pFOltHA23w/SJZ6aaMDzzI/AAAAAAAAAAM/ATsZrgSO18Q/S220/AA+4.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>21</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5750930463977799253.post-804662420892538931</id><published>2009-01-06T23:37:00.000-08:00</published><updated>2009-01-07T00:02:35.649-08:00</updated><title type='text'>Proyek Dimulai Boy !</title><content type='html'>Setelah berjibaku dengan buku, tersisih dari deru pergaulan (karna di kamer tyus), terpisah dari koran-koran sebagai universitas kerakyatan, dan kenangan masa lalu yang mendebarkan, kini Hilmi kembali, yoi tetap dengan Gaya Muhammad Anis Al Hilmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini proyek membuat buku akan dimulai, meski udah dicicil beberapa sebelumnya. Tapi jangan kira karna aku menulis pengen jadi penulis, bukan bung! Seperti falsafah yang ku anut semenjak lama, menjadi Professor Gondrong itu penting, selain kuat dalam ilmu, ia dituntut mampu berkomunikasi ke semua lini corak dan segmen kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman-teman, orang-orang, idola-idola, peristiwa-peristiwa bakal aku kuak buat kawan-kawan. memang karena hal yang aku liput tidak biasa ditampilkan keluar. HHmmm, kalo dinilai-nilai bukuku bakal berasa Emha Ainun Nadjib + Laskar Pelangi + guyon + petuah + keanehan + renungan + kejelian + dan pengalaman tentu selain juga dipengaruhi gaya-gaya ulama kuno. Apalagi ntar diselingi puisi, tapi yang gak panjang-panjang, ya buat rame-rame tapi tetep "implisit" dan gak lepas dari gaya tanda petik khas Ang Anis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa alternatif judul bukunya, yakni :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Indonesia Berharap pada Aktamu&lt;br /&gt;- Krupuk-krupuk di Dasar Kaleng&lt;br /&gt;- Professor Gondrong&lt;br /&gt;- Karena Waktu adalah Kambing&lt;br /&gt;- Santri Professor Gondrong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maunya si judul yang mewakili agama, cinta tanah air, dan agak nyeleneh. Bisa bantu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, aku inget kata Prof.Sahiron (Prof beneran dan tetanggaku) bahwa akan dipermudah orang yang sudah punya karya untuk berkuliah di luar negeri. cihuy! barangkali aja aku bisa ke Jerman, negara sains dan teknologi mashyur disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku cuma ingin berguna bagi orang lain ! Dan inilah yang sementara bisa ku buat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ingat, aku menulis tapi bukan penulis...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5750930463977799253-804662420892538931?l=raging-dream.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raging-dream.blogspot.com/feeds/804662420892538931/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5750930463977799253&amp;postID=804662420892538931&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5750930463977799253/posts/default/804662420892538931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5750930463977799253/posts/default/804662420892538931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raging-dream.blogspot.com/2009/01/proyek-dimulai-boy.html' title='Proyek Dimulai Boy !'/><author><name>Hilmee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16850958062248677370</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp0.blogger.com/_0pFOltHA23w/SJZ6aaMDzzI/AAAAAAAAAAM/ATsZrgSO18Q/S220/AA+4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5750930463977799253.post-7873098368882473693</id><published>2008-12-18T23:49:00.000-08:00</published><updated>2008-12-18T23:56:36.600-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berbagai segmen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hasil survey 40an orang'/><title type='text'>Salep VTOL [Apa umat Islam mau "garuk-garuk" terus?]</title><content type='html'>Jika berbicara tentang kejayaan Islam, tentu sering terdengar nama-nama Shalahuddin, Harun Al Rasyid, Khalifah Ma’mun, daerah Granada, Bashrah, Kuffah, Ibnu Sina, dan sebagainya. Banyak orang memberitahu tentang revivalisme Islam itu, menyuruh kita mengulanginya. Tapi nampak dari raut wajahnya, dia masih ragu, kitapun ragu, untuk apa kita membicarakan itu, apa kita hanya bangga dengan kejayaan masa lampau, golden age of Islam, sedangkan kita, wreck age of Islam. Belum ada hasil dari yang kita lakukan, bahkan barangkali kita belum ngapa-ngapain. Memang dalam bicara perlu punya kekuatan keampuhan ucapan, senjata “pengamalan”  akan lebih kuat merasuk, menghujam lokus-lokus pikiran dan kalbu, menggetarkan diri, mendorong untuk turut bertindak seperti kata yang keluar dari sebuah lubang yang bernama mulut. Bicara dengan lebih yakin, proyeksikan lewat mata, getarkan telinga kami, robek-robek berhala kemalasan kami, gelar kesadaran kami, buka pikiran kami, dan nyalakan sakelar kerja nyata kami, umat Islam, dengan amal dari ucapanmu tentu saja Bung! “Makhluk” ucapan akan menuntut pembicaranya mengimplementasikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari mendiagnosa, kalau tubuh rasanya tak nyaman, itu pertanda ada yang tak beres dengan bagian atau organ tubuh. Bisa saja tubuh kekurangan vitamin atau zat tertentu. Bisa juga ada bagian yang diserang bakteri, atau ada penyakit yang telah terpicu, bercokol di tubuh. Dan jika kita berbicara perlunya revivalisme islam, berarti kita sedang terpuruk, dan bisa jadi keterpurukan itu karena adanya “penyakit.” Memang setelah didiagnosa, ada beberapa penyakti yang membuat kontribusi “tubuh” umat islam pada bangsa menjadi terjun bebas meskipun jumlah umatnya mayoritas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit pertama yang terdiagnosa adalah kudis (kurang disiplin). Penyakit ini sudah amat terkenal diidap umat islam. Ketidak teraturan mengakibatkan hasil kerja tidak optimal dan akan mengganggu kegiatan yang lain. Orang Indonesia yang baru tinggal atau bekerja di luar negeri biasanya akan keteteran  dalam hidupnya. Waktu kerja yang tepat waktu dan jadwal kereta misalnya menjadi teror  tersendiri bagi penduduk bangsa ini di sana, yang memang selalu memakai jam karet. Tidak disiplin menaati aturan juga termasuk penyakit umat. Tentu kita ingat pada kekalahan muslim di Perang Uhud. Saat itu Rasulullah menginstruksikan pada pasukan agar tetap di posisinya apapun yang terjadi sebelum ada perintah selanjutnya. Namun karena nafsu untuk berebut harta rampasan, pasukan pemanah malah turun gunung, perintah Rasul tak digubris. Akibatnya pasukan musuh memutar balik dan menaiki gunung untuk menyerang pasukan muslim dari belakang. Yang terjadi adalah kekalahan. Perintah kanjeng Nabi kok dilanggar ? Rasain akibatnya. Tak jauh-jauh, Indonesia punya teladan dalam berdisiplin ria, saat di pengasingan, orang-orang sudah hafal jika melihat Bung Hatta berjalan-jalan di perkebunan, maka saat itu adalah tepat pukul 5 sore. Luar biasa !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit selanjutnya adalah kadas (kurang cerdas). Jika tahu penemu angka nol atau kehebatan ilmu kedokteran ala Ibnu Sina di zaman dahulu, berbeda dengan sekarang. Muslim lebih enak memposisikan dirinya sebagai konsumen bukan produsen. Yang punya dalil peningkatan iptek orang islam, eh yang mengamalkannya malah Jepang, Jerman, dan lainnya. Otak kita jarang dipakai untuk meningkatkan kualitas hidup. Dalam masalah komunikasipun kita KO, dalam sengketa luar negeri kita sering kalah, TKW kita pun kalah dibanding TKW Filipina karena mereka memang baik dalam penguasaan bahasa Inggrisnya.Yang ada kita malah sibuk “berperang-pedang” dengan saudara sesama muslim. Dengan serius menghayati dan mempelajari Al Qur’an dan hadits (tentunya dengan perantara guru), mendekati ulama, baik yang ‘alim agama maupun di bidang lainnya. Umat yang terbaik yakni mengamalkan tiga hal pokok (menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah). Jadi, yang terbaik adalah menjadi manusia yang bermanfaat, dan salah satu caranya dengan peningkatan kualitas SDM, kualitas otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. “ (Q.S. Ali Imran :110)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit ketiga yang terpantau adalah kurap (kurang rapi). Bukan rahasia bila kebanyakan produk lokal kalah bersaing dengan produk luar. Dari fashion saja contohnya. Kualitas jahitan, keakuratan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ukuran, kenyamanan bahan, dan kualitas warna boleh anda bandingkan. Rapih tak jauh dari bersih. Betapa sebelum kita shalat diperintahkan berwudhu, kebersihan amat penting dalam kehidupan beragama kita. Yang aneh, keadaan di Singapura sangat bersih walaupun mayoritas penduduknya bukan muslim. Apakah kita hanya punya jargon ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit keempat yang terdiagnosa ialah gatal (gampang terperdaya luar).  Barang impor masih banyak di Indonesia, hal itu bisa menggambarkan bahwa belum banyak kebutuhan kita yang tercipta dari negeri sendiri. Jarum pentul buatan mana ? mainan banyak dari mana ? sedangkan SDA kita dikeruk siapa ? yang kaya siapa ? Si Freeport gimana ? Kita belum bisa mengembangkan produksi nasional, apalagi di tingkat tinggi seperti teknologi. Selain itu intervensi dan intimidasi dari luar masih saja menciutkan nyali kita. Kita belum bisa lepas dari neo-imperialisme mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Kelima ialah penyakit kusta (takut salah tindakan). Kita sering ragu untuk memulai sesuatu. Terlalu takut resiko yang akan dihadapi. Mental itu memang telah terpupuk sejak zaman Pak Harto. Di zaman itu, modal-modal banyak diberikan kepada kaum tionghoa karena memang etos kerja mereka luar biasa. Sedangkan pribumi dinina bobokan dengan kemakmuran semu, hasil hutang. Kita sudah miskin malah dimiskinkan. Mental itu masih ada sampai sekarang. Semua serba takut, mau menyebrang jembatan, takut jatuh, mau diam saja takut ditinggal yang lain, takut, takut saja yang ada dipikiran kita. Sehingga yang ada hanyalah berpikir, itupun tak bermanfaat, kita enggan bergerak, apalagi menyelesaikan gerakan itu dengan baik.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengatasi “penyakit-penyakit” diatas adalah “salep” tentu saja. Tapi salep jenis apa dan apa komposisinya ? Pada zaman orde baru, bangsa ini didesas-desuskan akan segera tinggal landas, menuju gerbang langit masyarakat adil dan makmur. Tapi nyatanya bukan tinggal landas, yang terjadi malah kita tinggal di landasan atau tertinggal di landasan. Pesawat kita macet atau bila tidak, sudah kuno, tak layak terbang. Teknologi “kepesawatan” kita bagai deret hitung dan “beban” masalah yang hinggap di bangsa ini malah meningkat bagai deret ukur. Teknologi untuk mengejar mimpi tinggal landas kita sekarang ini adalah teknologi ala Pesawat VTOL (vertical take off and landing), pesawat yang dapat take off secara vertikal, dengan efisien.  Kita memang harus cepat “terbang”, cara take off biasa akan terlalu lama dan Negara lain sudah jauh berratus-ratus kilometer diatas “pesawat bangsa” kita. Ayo take off vertically ! Penyakit-penyakit kita harus segera diobati. Sebenranya umat ini tidak kekurangan dalil motivasi, hanya saja perlu kesabaran dalam gerakan perubahan ke arah yang lebih baik. Yang diam perlu memiliki rasa ingin, yang sudah ingin, harus segera bergerak, dan yang bergerakpun harus sabar untuk menyelesaikan dengan baik. Kunci pesawat bangsa ada pada anda, anda, dan anda-anda. Apakah masih ingin garuk-garuk karena “gatal” sementara bangsa lain hidup sehat, makmur sentosa pula ? Tetap berusaha membangun bangsa, “Tak ada yang tak mungkin di dunia ini kecuali manusia memakan kepalanya sendiri.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5750930463977799253-7873098368882473693?l=raging-dream.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raging-dream.blogspot.com/feeds/7873098368882473693/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5750930463977799253&amp;postID=7873098368882473693&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5750930463977799253/posts/default/7873098368882473693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5750930463977799253/posts/default/7873098368882473693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raging-dream.blogspot.com/2008/12/salep-vtol-apa-umat-islam-mau-garuk.html' title='Salep VTOL [Apa umat Islam mau &quot;garuk-garuk&quot; terus?]'/><author><name>Hilmee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16850958062248677370</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp0.blogger.com/_0pFOltHA23w/SJZ6aaMDzzI/AAAAAAAAAAM/ATsZrgSO18Q/S220/AA+4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5750930463977799253.post-845702193202044970</id><published>2008-12-05T04:48:00.000-08:00</published><updated>2008-12-05T04:50:28.487-08:00</updated><title type='text'>Permohonan Ampun [puisi]</title><content type='html'>Satu kali istighfarku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diistighfari sepuluh kali&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5750930463977799253-845702193202044970?l=raging-dream.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raging-dream.blogspot.com/feeds/845702193202044970/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5750930463977799253&amp;postID=845702193202044970&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5750930463977799253/posts/default/845702193202044970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5750930463977799253/posts/default/845702193202044970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raging-dream.blogspot.com/2008/12/permohonan-ampun-puisi.html' title='Permohonan Ampun [puisi]'/><author><name>Hilmee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16850958062248677370</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp0.blogger.com/_0pFOltHA23w/SJZ6aaMDzzI/AAAAAAAAAAM/ATsZrgSO18Q/S220/AA+4.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5750930463977799253.post-6513775346149812385</id><published>2008-11-21T20:04:00.000-08:00</published><updated>2008-11-21T20:06:24.802-08:00</updated><title type='text'>Pasukan Berani Hidup</title><content type='html'>Dahulu, ketika sedang ramai-ramainya rekrutmen pasukan sukarela untuk berperang, undang-undang tak terulis dalam otak kita menyatakan bahwa orang-orang yang mendaftar sebagai “pasukan berani mati” itu adalah hebat. Ya, mereka memang berani dan hebat. Tapi saat ini sudah berbeda, di tengah himpitan ekonomi dan distorsi sosial, muncul “pasukan berani mati” versi lain yang siap mati untuk mengakhiri hidupnya, lari dari kenyataan pahitnya dunia. Mereka kira dengan mengakhiri hidup “tak sesuai jadwalnya” akan “mengatasi masalah tanpa masalah”, padahal itu adalah sumber masalah baru yang lebih besar. Jadi, pasukan berani hidup lebih hebat daripada yang berani mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang kere punya berjuta hikmah dan preseden untuk kita. Dengan kere (masalah), kita akan aktif berusaha untuk lepas dari kekerean tersebut dan buahnya adalah kere aktif atau bisa jadi kreatif. Dengan kere, Belanda yang bentuk topografi negaranya dibawah permukaan air laut, berusaha keras untuk lepas dari kekerean tadi dan akhirnya malah jadi negara dengan sistem dam tercanggih. Dengan kere kebebasan, bangsa Indonesia yang tadinya terpisah-pisah tempat, suku, dan bahasa jadi menyatu berjuang melawan penjajahan. Persatuan dapat lahir dari hikmah takdir penjajahan.  Dan sangat banyak anak-anak dari keluarga tidak mampu yang otaknya lebih encer dari anak orang kaya. Perjuangan mereka lebih gigih darpada kalangan yang sudah nyaman dengan keadaannya. Jadi, barang siapa bisa membaca  kekerean, maka sebenarnya itu adalah peluang dan sumber “kekayaan.” Dan dengan kere, manusia dituntut untuk tidak putus asa dan harusnya lebih mendekatkan diri dengan Allah Yang Maha Karim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalangan kere yang tidak bisa membaca “peluang implisit”, yang tidak kuat dengan ujian kere cenderung berkumpul, menuju pinggiran yang semakin jauh dari bagian tengah yang beretika dan berbudi. Kumpulan ini berisi orang-orang yang kufur akibat kefakirannya. Muka sangar, wajah cemberut, omongan asal-asalan, dan sikap kasar menjadi budaya kalangan mereka. Seluruh kekerean berkumpul menjadi satu, menjadi masif dan mempengaruhi dengan sangat kuat siapapun yang masuk ke kawasan itu seperti black hole, berusaha menularkan aura negatifnya. Orang yang mengobrol dengan kalangan ini akan marah dan kesal karena ia diladeni dengan sikap kasar dan omongan seenaknya. Berarti kalangan ini cenderung mengubah orang lain bersikap seperti dirinya. Hal ini sangat berbahaya. Orang marah akan menambah jumlah orang marah. Barangkali ini pula yang mengakibatkan hilangnya rasa kasih sayang diantara kita. “bangsa Indonesia sudah seperti rumput kering, mudah sekali terbakar”, kata Rendra. Nmun, aku masih bangga kepada seorang ibu penjual koran di perempatan Jalan Soedirman, ia begitu ramah melayani pembelinya, walaupun yang dibeli hanyalah koran seribuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita yang memang rakyat, cenderung tidak saling membantu untuk meringankan beban “kere.” Logikanya, apalagi kalangan pejabat. Pejabat hanya mengobyekkan rakyat. Kualitas rakyat tidak diolah, yang diolah hanya kuantitas. Jumlah suara rakyatlah yang jadi incaran para pejabat pemerintahan untuk terus melanggengkan kekuasaannya. Dahulu, saat ulama kharismatik di Cirebon meninggal, Kang Ayip Mu. Semua warga masyarakat yang terikat hati dengan Kang Ayip dan Pesantren Jagasastru berbondong-bondong melayat ke Jagasatru. Saat pulang, melewati jalan pasar tradisional, saya mengeluh pada paman saya tentang kotor dan buruknya lingkungan di sekitar situ. Lalu paman saya berkata, “Ya memang, daerah ini tidak diurus oleh kita dan pemerintah daerah tentu jijik dan bersikap menjauh, yang mereka urus hanya kawasan pusat kota, pinggiran akan selalu tak dipandang.” Aku mengamini ucapan beliau. Di lain waktu, saat ada kerja anggota OSIS SMA, disana saya menemui teman saya yang merupakan anak pejabat berpengaruh di Cirebon. Tiba-tiba saya tertarik untuk mengetes ucapan paman saya, saya lalu bertanya pada teman saya itu dengan pertanyaan yang implisit dan nakal. “Pernah gak kamu  pergi ke Pasar Balong ?” Pasar Balong adalah nama pasar di pinggiran kota dan lingkungan sekitarnya berbau amis ikan, ya pokoknya khas pinggiran. Yang mengagetkan, ia menjawab dengan tidak menaruh curiga kepada saya dan dengan polosnya, “Ya pernah, barusan saya dari sana.” Runtuh sudah anggapanku tentang si anak pejabat ini. Ternyata ia mirip Pangeran Diponegoro yang memilih merakyat, berbeda dengan keluarga kerajaannya. Saya lemas sekaligus bangga, saya hanya berkata, “Oh gitu to.” Ya Allah, berikanlah Al Indunisiy pemimpin yang mengayomi rakyatnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua yang dipaparkan diatas adalah hasil “survey” pribadi saya, di kantor polisi, di perempatan jalan, di pasar, di sekolah, di masjid, dan di pesantren. Begitu banyak masalah rakyat kecil. Ya Allah, berapa kali lagi aku harus menyurvey untuk benar-benar merasakan penderitaan rakyat, dan setidaknya membuat diriku bermanfaat bagi orang lain ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5750930463977799253-6513775346149812385?l=raging-dream.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raging-dream.blogspot.com/feeds/6513775346149812385/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5750930463977799253&amp;postID=6513775346149812385&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5750930463977799253/posts/default/6513775346149812385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5750930463977799253/posts/default/6513775346149812385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raging-dream.blogspot.com/2008/11/pasukan-berani-hidup.html' title='Pasukan Berani Hidup'/><author><name>Hilmee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16850958062248677370</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp0.blogger.com/_0pFOltHA23w/SJZ6aaMDzzI/AAAAAAAAAAM/ATsZrgSO18Q/S220/AA+4.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5750930463977799253.post-5011125594138325938</id><published>2008-10-31T21:15:00.000-07:00</published><updated>2008-10-31T21:17:44.823-07:00</updated><title type='text'>Rapat Mendadak -renunganku-</title><content type='html'>Suatu hari, berkumpullah orang-orang dalam suatu forum, mereka adalah orang hebat, bukan sembarang, minimal pernah mengguncang dunia dengan beberapa skala richrter, dan yang menarik, forum itu ada di dalam otakku, dalam pikiranku. Wah, ada apa ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya jongkok di pojok ruangan, mencoba mengamati rapat saat itu.&lt;br /&gt;Emha Ainun Nadjib  : &lt;br /&gt;Di Indonesia, tidak ada orang yang lebih membingungkan daripada Gus Dur, dan di Indonesia pula, tak ada orang yang lebih bingung daripada umat Gus Dur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tertawa mendengar itu, mengamini ucapan Cak Nun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang : &lt;br /&gt;Iya, kami bingung terhadap sikap Gus ini, kami gak paham kenapa anda menolak RUU APP. Tapi entah kenapa, kami seolah tertarik, terbawa tarikan gaib untuk menyetujui pendapat Gus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tukang beca : &lt;br /&gt;APP, mobil keluarga yang enak itu yo ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kang Ayip Mu : &lt;br /&gt;Nt perlu weru, apa sing dilakoni Gus Dur iku, otak nt during nyampe. Sing penting idep bae wis dikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mr. Greg : &lt;br /&gt;Yes, I think Mr. Dur have strong reason for his opinion, do you know, his eyes had read many books, from many ideology, and many more.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Mus : &lt;br /&gt;Saat saya berkata pada Gus Dur, apakah NU hanya jadi satpam di negara ini ? beliau menjawab, “Lho, apa kurang mulia jadi satpam ?” Walaupun saya agak kecewa dengan jawabannya, tapi saya berpikir, barangkali Gus Dur ingin qonaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengiyakan, rasanya orangpun tidak sampai menyalahkan 100% apa yang Gus Dur perbuat, orang      lain malah berpikir keras, barangkali pikiran dia sendiri yang malah salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Dur : &lt;br /&gt;Orang-orang sekarang jadi galak-galak karena berpikir biner, hanya ada putih dan hitam. Memakai pendekatan fiqh, sehingga dengan mudah menyalahkan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku teringat agar bersikap tidak merendahkan martabat orang lain, jika kita lihat orang  yang tampaknya bajingan, bisa saja ia malah diberi Allah khusnul khotimah, jadi aku tidak jadi merendahkannya. Jika kita lihat anak kecil, mungkin ia lebih mulia dari kita karena masih belum banyak dosanya. Pokoke, kita harus khusnudzon terus sama semua orang, Allah-lah yang tahu sejatinya seseorang, kita hanya bisa menilai penampilan.  Rupanya Gus memilih pendekatan tasawuf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Ustadzku : &lt;br /&gt;RUU APP, masa’ hukum Allah ada pengecualiannya, di Bali, orang dengan bra dan cd tok tidak dianggap melanggar. Bukannya hukum Allah bersifat universal ? jika sperti itu, malah RUU ini cenderung membelokkan syariat. Jika ada pengecualian, mending tidak diadakan RUU ini. Manusia harus menjalankan syariatullah dengan patuh dan benar !&lt;br /&gt;Aku terperanjat, rupanya apakah ini juga yang melandasi Gus Dur menolak RUU APP ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tukang beca : &lt;br /&gt;kalian lagi ngomong apa si, diskusi-diskusi sarat istilah, lebih bergengsi dan bergaya daripada solusi nyata untuk rakyat ! Bohong, kalian peduli nasib rakyat. Bohong, kita peduli anak jalanan. Seberapa sering kita “memberi ” mereka ? “Jangan berikan ikan, tapi berilah pancing” seolah menghalalkan apa yang kita lakukan. Oke, bila kita menampung mereka, mengajarkan cara berakhlak, memberi makan, membagi ilmu dan keterampilan, mengenalkan mereka pada dunia, menghibur mereka saat sedih, dan menemani saat mereka kesepian. Jika kita belum mampu seperti itu, paling tidak berilah “ikan” dahulu, daripada tidak ikan, tidak pula pancing. Itu PR kita. Lho kok aku bisa ngomong seperti ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun gak nyambung langsung, omongan presiden jalan tadi bener juga, aku sadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Syafi’I : &lt;br /&gt;Jadilah anda seorang faqih sekaligus ahli tasawuf dan janganlah menjadi salah satunya. Sesungguhnya saya – demi Allah – berpesan benar kepada anda. Sebab hal itu menjadi tolak ukur. Jika tidak demikian, hati anda tidak akan merasakan “takwa” dan itu suatu kebodohan. Lalu bagaimana orang bodoh akan menjadi baik ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Imam mulia itu, duh, ucapannya menusuk hatiku. Aku yang masih belum ngerti apa-apa ini nyadar dan yang terbersit di hati, aku harus lebih banyak mbaca, lebih sering ikut majlis ilmu, dan lebih sabar dalam mencarinya, tidak merendahkan orang lain dengan gampangnya, dan menjadi lebih dekat dengan penguasa sejati, Allah SWT, karena dialah yang memegang hak preogratif akan diberikan kepada siapa nur ilmunya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Forumpun selesai, aku harus segera sholat dan belajar !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5750930463977799253-5011125594138325938?l=raging-dream.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raging-dream.blogspot.com/feeds/5011125594138325938/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5750930463977799253&amp;postID=5011125594138325938&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5750930463977799253/posts/default/5011125594138325938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5750930463977799253/posts/default/5011125594138325938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raging-dream.blogspot.com/2008/10/rapat-mendadak-renunganku.html' title='Rapat Mendadak -renunganku-'/><author><name>Hilmee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16850958062248677370</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp0.blogger.com/_0pFOltHA23w/SJZ6aaMDzzI/AAAAAAAAAAM/ATsZrgSO18Q/S220/AA+4.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5750930463977799253.post-7538921679624206281</id><published>2008-10-31T21:08:00.000-07:00</published><updated>2008-10-31T21:13:30.163-07:00</updated><title type='text'>Saham Nol Persen -mahasiswa dan aksinya-</title><content type='html'>Kitakah Sang Maha Pelajar itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kita ingin membeli komputer di pameran misalnya, tanda bintang (*ketentuan berlaku) amat membahagiakan kita yang notabene mahasiswa. Betapa tidak, diskon khusus, yang biasanya dilambangkan dengan tanda tersebut, sering diberikan kepada mahasiswa dengan dibuktikan lewat menunjukkan atau melampirkan copy kartu mahasiswa. Tapi, apakah hanya itu manfaat “cap” mahasiswa di jidat kita ? Bagi kita ? Bagi bangsa kita ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Undang-Undang Kehidupan (UUK) menyatakan bahwa ada jahat ada baik, ada sampah masyarakat ada versatilist (orang yang cakap dalam segala hal), ada wong nyenengi  ada wong gatheli, intinya, semua punya “lawan”, punya hal yang tak “sefaham”. Itu semua merupakan bagian sunatullah, menjaga kedinamisan cokro manggiling, roda kehidupan. Semuanya dinamis, Imam Syafi’i berkata dalam syairnya, “…jika matahari tidak berputar, niscaya manusia akan bosan hidup.” Disinilah letak “perbedaan adalah rahmat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal ke sekian UUK juga menyatakan, ada mahasiswa yang begitu aktifnya “beraksi”, ada juga yang memilih jalan gak langsung turun ke jalan. Dimana-mana, kriteria pemuda harapan bangsa atau mahasiswa sejati disebut-sebut musti aktif berkoar, kalau perlu, ikut aksi. Dimana-mana, mahasiswa dicap sebagai agent of change bangsa, tiap ada rezim tumbang, harus mahasiswa yang direkognisi sebagai aktor utamanya, mustahil rakyat biasa yang melakukan hal itu. Begitulah celakanya anggapan seorang mahasiswa baru pada hari pertama kuliah. Secara lembut, berhala kesombongan dibangun oleh “tangan” pikiran kita sendiri, pemuda. Semua kriteria tadi seolah mewajibkan semua mahasiswa untuk menjadi seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua tentu ingat pada hadits yang menyatakan bahwa dalam perang, perlu adanya pembagian golongan, ada yang ke medan tempur, ada sebagian yang tetap tinggal. Setidaknya, dengan itu, pembagian tugas akan semakin lancar dan untuk mempertahankan adanya generasi penerus. Hendaknya strategi ini juga dipakai dalam kehidupan mahasiswa, ada yang aksi terang-terangan, ada yang bekerja dibelakang layar. Jadi tidak ada kriteria yang hanya satu, tak ada yang absolut, mahasiswa dapat bergerak dengan gayanya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa penuh vitalitas, turun aksi, orator hebat, semua itu memang diperlukan. Namun, bukan berarti semua mahasiswa harus jadi seperti itu, yang dikhawatirkan adalah suburnya NATO (no action, talk only). Bohong, kita sebagai mahasiswa peduli nasib rakyat, dan secara implisit, kalimat tadi mengartikan bahwa mahasiswa bukan rakyat, rakyat seolah “mereka” dan mahasiswa adalah “kita”, berbeda. Padahal untuk merasakan penderitaan rakyat, kita perlu jadi rakyat langsung. Masyarakat malah sering terganggu akibat tawuran antar mahasiswa, juga kemacetan yang diakibatkan demo yang awut-awutan. Bohong, kita peduli anak jalanan. Seberapa sering kita “memberi ” mereka ? “Jangan berikan ikan, tapi berilah pancing” seolah menghalalkan apa yang kita lakukan. Oke, bila kita menampung mereka, mengajarkan cara berakhlak, memberi makan, membagi ilmu dan keterampilan, mengenalkan mereka pada dunia, menghibur mereka saat sedih, dan menemani saat mereka kesepian. Jika kita belum mampu seperti itu, paling tidak berilah “ikan” dahulu, daripada tidak ikan, tidak pula pancing. Itu PR kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak lupakan kriteria-kriteria pemuda. Karena sebenarnya kriteria itu dapat muncul dalam diri kita sendiri apabila kita eling, sadar, dan mau bergerak, beramal NYOTO ! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa. Siswa yang Maha. Artinya pembelajar yang lebih menyelami makna belajar itu sendiri. Sejatinya, pembelajar terus merasa rendah, masih kurang akan kemampuan dan ilmunya walaupun sebenarnya ilmunya sudah tinggi. Begitulah sepantasnya, “semakin berisi, semakin tertarik gravitasi, makin tunduk.” Jika merasa kurang, tentu ingin menambah, ingin berbuat lebih. Jika kita meng-0 %-kan “saham” kita, maka kita akan terpacu untuk berbuat lebih. Bukan sebaliknya, kita berusaha meng-100 %-kan saham, kita mencap diri dengan julukan “agent of changes” di jidat kita kuat-kuat walaupun sebenarnya hanya 0 besar yang kita perbuat. Semangat perjuangan yang dihembus-hembuskan senior saat orientasi kampus sejatinya untuk memotivasi kita berkuliah, bukan malah terpleset memberhalakan mahasiswa sebagai penentu perubahan, bukan membusungkan dada, sama sekali bukan Bung !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab tauhid karangan ********, kita ini hanya nol besar. Dicipta, dikuasai, dan diatur oleh pencipta sejati, Allah SWT, Rabbul ‘arsyl ‘adhim. Rasanya, tak ada apa-apanya peran kita ini, di kampus, gak nyumbang medali, di masjid gak bisa ngimami, di masyarakat gak  bisa nyenengi, di Provinsi gak bisa mbenahi, di Indonesia ? Di dunia ? Di semesta ? Benar-benar nol persen, baik kelihatannya maupun nyatanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya, kita perlu berpikir ulang, meninjau kembali, benarkah orang yang mbaca tulisan ini tercantum di KTPnya “pekerjaan : Mahasiswa”, pantaskah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon maaf bila ada kata yang kurang berkenan. Tulisan ini bukan bermaksud melemahkan semangat mahasiswa, tapi hanya  Semua yang kami paparkan mungkin ada salahnya, ambil yang baik, buang yang buruk. Tetap berusaha, “Tak ada yang tak mungkin di dunia ini kecuali manusia memakan kepalanya sendiri.” Kata Pak Is dan Pak Us, قا ل. و الله اعلم&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5750930463977799253-7538921679624206281?l=raging-dream.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raging-dream.blogspot.com/feeds/7538921679624206281/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5750930463977799253&amp;postID=7538921679624206281&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5750930463977799253/posts/default/7538921679624206281'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5750930463977799253/posts/default/7538921679624206281'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raging-dream.blogspot.com/2008/10/saham-nol-persen-mahasiswa-dan-aksinya.html' title='Saham Nol Persen -mahasiswa dan aksinya-'/><author><name>Hilmee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16850958062248677370</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp0.blogger.com/_0pFOltHA23w/SJZ6aaMDzzI/AAAAAAAAAAM/ATsZrgSO18Q/S220/AA+4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5750930463977799253.post-2826514793630823032</id><published>2008-10-03T23:43:00.000-07:00</published><updated>2008-10-03T23:48:55.254-07:00</updated><title type='text'>[Edisi spesial idul fitri] Allah, kami sangat Sibuk</title><content type='html'>Di bulan ini, mulailah lagi  terdengar para orang tua berkata kepada anaknya yang baru pulang sekolah, “Nak, udah makan belum ?” Berbeda dengan bulan lalu yang berkata, “Nak, udah sholat belum ?” Kalimat-kalimat ini menandakan jelas bahwa sekarang bukan lagi bulan puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerbang ‘Id semakin jauh dari tanggal hari ini, pengajian-pengajian, darusan-darusan, sahur-sahur, buka-buka, dan acara lain ramadhan yang gegap gempita sudah tak terasa lagi hari ini. Q.S. Al Baqoroh 183 tidak lagi terdengar di radio-radio, disimpan kembali dan baru akan dibuka tahun depan. Bulan ini, kita kembali “sibuk” dan ”berlupa-lupa”, ukuran celana yang tadinya kendor, kini pas lagi dengan badan, bahkan kecilikan. Kini, kita kembali “memakmurkan” dunia, mencari harta dengan beringas, melupakan dhuhur karena panas, dan memaksa jajan walau fulus terbatas. Kini, yang terdengar bukan Q.S. Al Baqoroh 183, tapi hadits yang seolah-olah membenarkan perbuatan perburuan kita terhadap dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اعمل لدنيا ك كأ نك تعيش ابدا, واعمل لاخرتك كأ نك تموت غدا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beramallah untuk duniamu seolah-olah engkau akan hidup selamanya dan beramallah untuk akhiratmu seolah-olah engkau akan mati esok hari. (H.R. Ibnu Asakir)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita, yang persentase aktivitas untuk dunianya lebih banyak dari aktivitas akhiratnya seolah dibenarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, sebagai alumni padepokan ramadhan, kita harusnya lulus dengan lencana “AKHIRAT OYE, DUNIA HO‘O.” Karena visioner itu baik, berpikir jauh mengarep, maka yang harus diprioritaskan adalah akhiratnya. Meski begitu, nyatanya dunia kita lebih “makmur” dari akhiratnya. Jadi yang harus dilakoni adalah memperberat timbangan akhirat kita. Maka, kita perlu berpikir arif menanggapi hadits diatas. Karena jika kita beramal untuk dunia itu akan hidup selamanya, mbok ojo napsu-napsu banget mengejarnya, toh waktu kita masih banyak, jangan menelan waktu yang sudah direncanakan untuk beramal akhirat. Sebaliknya, karena jika kita beramal untuk akhirat akan mati besok, maka harus bergegas memperbanyak karena waktunya tinggal sedikit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di zaman modern ini, jika ingin bepergian tapi tidak tahu rute, ada GPS (peta satelit) yang siap membantu, peribahasa “malu bertanya, sesat di jalan” rupanya tak berlaku lagi. Kalau kita punya janji dengan teman, kita tidak mengingatnya tapi menyatatnya pada pengingat dalam hp, dan sudah dari dulu, pedagang kita menghitung Rp 12.000 + Rp 800 + Rp 200 saja menggunakan kalkulator. Kita sepertinya lebih senang menyimpan / memperlakukan sesuatu dengan “flash disk”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang eksternal, bukan memakai kemampuan internal diri kita sendiri yang sebenarnya lebih luar biasa. Segalanya ingin ada remotenya, semuanya dibisa-bisakan ada virtualnya, sungguh kita menumpulkan otak kita sendiri dan membuat diri kita berbentuk bola, berjalan rasanya malas, jadi enakkan ngglundung wae lah. Yang mengherankan, jagoan pembuat barang elektronikanya (Jepang) malah berkata, “Meski kau punya komputer canggih, kau juga harus bisa menulis dengan baik, meski kau punya kalkulator, kau juga harus bisa menghitung sendiri.” Selain kemalasan sing ketok kita juga rupanya malas beribadah.  &lt;br /&gt;Puisi Ratsaa   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anakmu kau serahkan babumu&lt;br /&gt;Istrimu kau serahkan sopirmu&lt;br /&gt;Dirimu kau serahkan sekretarismu&lt;br /&gt;Tuhanmu kau serahkan siapa ?&lt;br /&gt;Mustofa Bisri, 1413 H&lt;br /&gt;Di Syawal ini, marilah kita bawa magnumopus (karya besar) kita saat ramadhan sebagai bekal makanan menghadapi kehidupan 11 bulan kedepan.&lt;br /&gt;Puisi Selamat Idul Fitri   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Idul Fitri bumi, maafkanlah kami&lt;br /&gt;Selama ini tidak semena-mena kami memerkosamu&lt;br /&gt;Selamat Idul Fitri langit, maafkanlah kami&lt;br /&gt;Selama ini tidak henti-hentinya kami mengelabukanmu&lt;br /&gt;Selamat Idul Fitri mentari, maafkanlah kami&lt;br /&gt;Selama ini tidak bosan-bosan kami mengaburkanmu&lt;br /&gt;Selamat Idul Fitri laut, maafkanlah kami&lt;br /&gt;Selama ini tidak segan-segan kami mengeruhkanmu&lt;br /&gt;Selamat Idul Fitri burung-burung, maafkanlah kami&lt;br /&gt;Selama ini tidak putus-putus kami memberangusmu&lt;br /&gt;Selamat Idul Fitri tetumbuhan, maafkanlah kami&lt;br /&gt;Selama ini tidak puas-puas kami menebasmu&lt;br /&gt;Selamat Idul Fitri para pemimpin, maafkanlah kami&lt;br /&gt;Selama ini tidak habis-habis kami membiarkanmu&lt;br /&gt;Selamat Idul Fitri rakyat, maafkanlah kami&lt;br /&gt;Selama ini tidak sudah-sudah kami memanfaatkanmu&lt;br /&gt;Selamat Idul Fitri &lt;br /&gt;Mustofa Bisri (Gus Mus), 1410 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Sumber :&lt;br /&gt;- Mencari Bening Mata Air. Mustofa Bisri&lt;br /&gt;- Majalah PC Media&lt;br /&gt;- Rekaman puisi-puisi Mustofa Bisri&lt;br /&gt;- Butir-Butir Hikmah dari Al Qur’an dan Hadits&lt;br /&gt;- Pengamatan sehari-hari&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5750930463977799253-2826514793630823032?l=raging-dream.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raging-dream.blogspot.com/feeds/2826514793630823032/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5750930463977799253&amp;postID=2826514793630823032&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5750930463977799253/posts/default/2826514793630823032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5750930463977799253/posts/default/2826514793630823032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raging-dream.blogspot.com/2008/10/edisi-spesial-idul-fitri-allah-kami.html' title='[Edisi spesial idul fitri] Allah, kami sangat Sibuk'/><author><name>Hilmee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16850958062248677370</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp0.blogger.com/_0pFOltHA23w/SJZ6aaMDzzI/AAAAAAAAAAM/ATsZrgSO18Q/S220/AA+4.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5750930463977799253.post-2692947664568464650</id><published>2008-10-03T23:30:00.000-07:00</published><updated>2008-10-03T23:40:41.801-07:00</updated><title type='text'>Cinta Ayat - Ayat</title><content type='html'>Biasanya, disaat musim pemilu, banyak caleg, cagub, atau ca-ca-ca yang lain kena demam, ya,  demam sowan. Mereka berlomba-lomba sowan (berkunjung ke kiai) ke pesantren-pesantren, utamanya yang terkenal. Semua itu demi mendapat do’a dan dukungan kiai juga untuk agak berkampanye kepada para santri. Suatu waktu, saat berjalan-jalan di sekitar komplek pondok ditemani sang kiai, dikenalkanlah pada si caleg seorang santri cilik berusia 10 tahun. Kiai memberi tahu bahwa santri tersebut sudah hafal 30 juz Al Qur’an. Lalu, dengan gaya kebapakan, sang caleg merundukkan dirinya dan bertanya kepada santri cilik, “Wah, hebat sekali Nak, jadi tinggal berapa juz lagi ?” Tak sampai 0,73 detik, tawa meledak dari orang-orang sekitar, anda boleh meneruskan cerita ini jika mau. Sebegitukah sampai-sampai caleg tersebut BLI NGERTI SAMA SEKALI  tentang Al Qur’an ? Apakah kebodohan caleg tersebut merupakan juga wajah kita ? teruskanlah sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar diri kita berbeda dengan si caleg, harusnya program CINTA AYAT-AYAT mesti terinstall dalam diri kita, apalagi saat Ramadhan kita sudah sering ngobrol dengan gusti Allah melalui membaca Al Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apabila seorang ingin berdialog dengan Robbnya maka hendaklah dia membaca Al Qur'an." (Ad-Dailami dan Al-Baihaqi)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Apa yang dapat kita serap dari Al Qr’an hingga kita begitu dianjurkan membaca (itu minimalnya) Al Qur’an ?Dulu, Aa’ Gym pernah bertanya kepada Inul (saat masalah goyang ngebor booming), “Apakah Mbak Inul tidak pernah berpikir bahwa yang Mbak Inul lakukan itu bisa merusak moral generasi muda bangsa kita ?” Dengan jujur Inul berkata, “Alhamdulillah enggak…” Inilah letak pentingnya Al Qur’an bagi seorang mu’min, ILMUNYA. Ilmu Inul durung teko pada ilmu moral, hingga karena ia tidak mengerti, ia tak sadar apa yang ia lakukan ternyata salah. Akan lebih parah bila Inul menjawab, “Ya, saya tahu. ” Kenapa? Ya karena sudah punya ilmu tapi “mengkhianati” nya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Selain ilmu yang katon, yang amat sangat luar biasa banyak sekali, Al Qur’an mempuyai ruhnya sendiri, sudah berapa sering Allah menurunkan hidayahNya kepada manusia lewat bacaan Qur’an, ingat Umar Al Faruq sang khalifah. Ketenanganpun bisa didapat saat membaca Al Qur’an, betapa fadilahnya banyak sekali, tidak, amat sangat luar biasa banyak sekali.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam Qur’an, dibeberkan tentang amal shalih, menegakkan kebenaran, membela kaum lemah, jujur, berkata benar, dan anda bisa meneruskannya bila mau. Al Qur’an bukan sekedar kumpulan peraturan dan tata cara beribadah, lebih dari itu, biarlah Allah “mencipratkan” ilmuNya saat anda membaca Qur’an, ngobrol  denganNya sendiri.&lt;br /&gt;ذَلِكَ الْكِتَابُ لا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ&lt;br /&gt;Kitab (Al Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa.&lt;br /&gt;(Q.S Al Baqoroh : 2)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Perlu tahu, banyak orang salah dalam ngaji  Qur’an, seringkali mereka belajar sendiri dan berani-berani menafsirkan lebih jauh dan karepe dewek , hanya dengan modal Al Qur’an dan terjemahannya.Lihatlah berapa banyak orang yang menglaim dirinya sebagai nabi. Dalam mempelajari Al Qur’an diperlukan guru, jangan sok sakti dengan menafsirkan dalam versi subjektif dewek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa mengulas Al Qur'an tanpa ilmu pengetahuan maka bersiaplah menduduki neraka."(HR. Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyidatina Aisyah r.a. ditanya tentang suaminya, beliau menjawab :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlaku Rasul adalah Al Qur'an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat, penuh makna. Dan apabila kita mau berputar-putar memakai otak, bisa diartikan –wallahu a’lam- bahwa barang siapa ingin mengenal atau mengetahui bagaimanakah Rasulullah, lihatlah dalam Qur’an.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ingin lebih luas lagi? Pelajarilah Al Qur’an. Selain film Ayat-Ayat Cinta yang terkenal itu, cinta ayat-ayat juga harus terngiang-ngiang dalam benak kita.&lt;br /&gt;Mohon maaf bila ada kata yang kurang berkenan. Semua yang kami paparkan mungkin ada salahnya, ambil yang baik, buang yang buruk. Tetap berusaha, “Tak ada yang tak mungkin di dunia ini kecuali manusia memakan kepalanya sendiri.” Kata Pak Is dan Pak Us, قا ل .&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5750930463977799253-2692947664568464650?l=raging-dream.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raging-dream.blogspot.com/feeds/2692947664568464650/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5750930463977799253&amp;postID=2692947664568464650&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5750930463977799253/posts/default/2692947664568464650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5750930463977799253/posts/default/2692947664568464650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raging-dream.blogspot.com/2008/10/cinta-ayat-ayat.html' title='Cinta Ayat - Ayat'/><author><name>Hilmee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16850958062248677370</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp0.blogger.com/_0pFOltHA23w/SJZ6aaMDzzI/AAAAAAAAAAM/ATsZrgSO18Q/S220/AA+4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5750930463977799253.post-3093705294202776804</id><published>2008-09-19T06:41:00.001-07:00</published><updated>2008-09-19T06:46:07.910-07:00</updated><title type='text'>Buka Bersama Family  E 81 AB</title><content type='html'>Kepada seluruh alumni Wahidin 81 di Jogja, akan diadakan acara buka bersama pada hari Senin (bisa berubah) tanggal 22 September 2008*. Dengan momentum Ramadhan, marilah kita eratkan tali silaturahmi antar tahun angkatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Investasi : Rp 15.000,00&lt;br /&gt;Acara dimulai pukul 15.00 s.d. selesai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga acara ini akan berjalan dengan lancar dan mendapat ridho Allah SWT, amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panitia Buber 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5750930463977799253-3093705294202776804?l=raging-dream.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raging-dream.blogspot.com/feeds/3093705294202776804/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5750930463977799253&amp;postID=3093705294202776804&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5750930463977799253/posts/default/3093705294202776804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5750930463977799253/posts/default/3093705294202776804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raging-dream.blogspot.com/2008/09/buka-bersama-family-e-81-ab.html' title='Buka Bersama Family  E 81 AB'/><author><name>Hilmee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16850958062248677370</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp0.blogger.com/_0pFOltHA23w/SJZ6aaMDzzI/AAAAAAAAAAM/ATsZrgSO18Q/S220/AA+4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5750930463977799253.post-3573204789398318108</id><published>2008-08-31T03:16:00.000-07:00</published><updated>2008-08-31T03:17:40.025-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gimana kabar temen-temen ?'/><title type='text'>Professor Gondrong Mbaca Kitab Gundul</title><content type='html'>Udah 3 minggu ane menghuni Pon Pes Krapyak, tepatnya komplek H nomor kamar 18. Sebagai santri baru yang baik, proses registrasi dan pengepakan barang telah aku selesaikan dengan baik. Adaptasi dimulai dengan menggunakan sarung setiap saat, menjaga benar-benar sandal jepitku, karena jika tidak, aku lengah, resiko yang amat sangat besar akan menghadangku, sandalku akan di ghosab – lama-lama akan hilang, dan aku harus beli yang baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamarku ada di lantai 2, jika gedung komplekku dilihat dari atas, make helicopter, akan sangat bagus, elok, berseni. Jika dilihat dari belakang, gak bisa dilihat, karena belakang ada rumah penduduk, tapi dari samping, sangat miris, baju-baju tak tercuci, menggantungi pagar-pagar kamar, lemari-lemari dan meja warisan senior, tergeletak di depan kamar, terurus, oleh laba-laba dan semut, sunguh membuat betah, sungguh !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sampingku kamar senior, Mas Hamim. Ia adalah putra Kebumen tulen. Kalau aku perhatikan, karakternya seperti Kasino Warkop DKI. Suka melawak, main gitar, ngomong gak jelas, dan terutama sekali, ngomongnya medok, khas Tegal-Kebumen. &lt;br /&gt;Disamping kamarku juga, sebelah kiri, Pak Fuad ngendon di sana. Yang Asoy Beliau punya sound system yang mantab suaranya. Dan winamp beliau paling sering nyetel lagunya Anggun C. Sasmi, sungguh berkelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil mesantren, ane kuliah juga di Gadjah Mada University di prodi elektronika dan instrumentasi, eah. Di pesantren ane ketemu tetangga satu desa sama ane, tapi beliau udah tua, udah melanglang buana S2 di Kanada dan S3 di Jerman, uhh Jerman (suatu hari ane akan ke sono, aminh). Beliau bukan lagi santri tapi udah jadi guru, guru bahasa Inggris percisnya. Waktu OSTAP (semacem OSPEK pesantren), dengering ceramah dan penjelasan beliau, jelas terlihat di depan mata ane, jalanan lebar terhampar menuangkan misi-misi hidup yang mesti dilakuin, dan misi itu adalah belajar bahasa Inggris, aktif secara speaking etc. Bahasa akan sangat penting mendampingi kecerdasan, kalo itu udah dipunyai dalam diri, kesasar di Inggrispun gak akan jadi gelandangan (setidaknya), apalagi mati, karena gak tahu bahasa Inggrisnya “Saya mau beli martabaknya donk.” Mengenai bahasa Inggris juga, begitu masuk perpustakaan MIPA UGM, mirip bangunan Hogwarts, ane liat lantai 1, em baunya udah bahasa Inggris semua, tapi lantai 2 lebih menggoda, lebih misterius dan kayaknya menarik. Ternyata, buku kuno berbahasa Belanda juga ada, dan yang penting adalah buku yang menunjang cita-citaku biar bisa bikin chip juga printer juga ada, semuanya bermutu, semuanya berbahasa Inggris, dan semuanya pengen aku baca. Jadi, bahasa Inggris harus aku kuasai dari sekarang.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misi kedua, ane harus bisa nerjemahin bahasa arab, mbaca kitab gundul, and so on. Kan yang nomer wahid dipelajari is ilmu agama, ilmu nyang visioner ke rumah masa depan kita akhirat. Di Asrama Sunan memang gak ditekanin belajar bahasa arab (nahu-shorof), tapi lebih ke isi keilmuan itu sendiri, utamanya fiqh. Ini juga tantangan buat ane kerna harus belajar mandiri biar bisa menguasai itu semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi intinya, kuliahku biar bisa bikin chip dan menguasai ilmu-ilmu keelektroan, bisa bahasa macem-macem dan bisa dibilang ane pengen jadi -Professor Gondrong (orang pinter tapi tetep asyik bersosial) yang bisa mbaca Kitab Gundul- Doakan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5750930463977799253-3573204789398318108?l=raging-dream.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raging-dream.blogspot.com/feeds/3573204789398318108/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5750930463977799253&amp;postID=3573204789398318108&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5750930463977799253/posts/default/3573204789398318108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5750930463977799253/posts/default/3573204789398318108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raging-dream.blogspot.com/2008/08/professor-gondrong-mbaca-kitab-gundul.html' title='Professor Gondrong Mbaca Kitab Gundul'/><author><name>Hilmee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16850958062248677370</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp0.blogger.com/_0pFOltHA23w/SJZ6aaMDzzI/AAAAAAAAAAM/ATsZrgSO18Q/S220/AA+4.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5750930463977799253.post-416225536514628021</id><published>2008-08-03T20:42:00.000-07:00</published><updated>2008-08-03T20:46:06.885-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MBLEHOM artinya Memble Dohom'/><title type='text'>Cerdas (katanya), Mblehom (lebih tepatnya)</title><content type='html'>Masih tentang membangun Indonesia, disebut-sebut karena kita kini mempunyai bibit-bibit unggul kelas olimpiade internasional, KATANYA lewat penghargaan Nobel, dunia dapat hormat pada negara kelahiran kita. Namun, benarkah ? Atau baguskah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai akrab dengan perlombaan internasional, agaknya begitulah pemuda Indonesia kini. Lagu Indonesia Rayapun mulai terbiasa terdengar di telinga masyarakat dunia. Ingin melangkah lebih jauh untuk meningkatkan pamor bangsa, rupanya PENGHARGAAN NOBEL mulai jadi incaran. Namun, sedikit tahu tentang Nobel, kami merasa ada yang gak srek, ada yang bertentangan dengan ilmu yang sebelumnya kami miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadiah Nobel &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;berasal dari uang dan bunga tabungan Mang Nobel&lt;/span&gt;, dia sengaja menghibahkan uangnya sebagai penghargaan terhadap orang-orang yang berjasa terhadap masyarakat dunia dan ilmu pengetahuan. Nah, selain mendapat semacam piala, pemenang juga akan mendapat fulus. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Yang jadi masalah, fulusnya itu lho&lt;/span&gt;. Dari kecil kita diajari untuk menjauhi RIBA, dan bunga bank itu juga termasuk riba. Riba yang terkecil yaitu merasa pamrih jika menolong orang atau berbuat baik dan dosanya seperti mencabuli ibu kandung sendiri. Bisa dibayangkan dosanya kalau bunga bank ! Duh gimana ya, kita juga patut bersyukur  karena belum satupun orang Indonesia dapet Nobel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang meningkatkan pamor itu perlu, tapi kalau begini ? Apa nanti caranya kita terima piala atau piagam Nobelnya, tapi uangnya gak usah. Memang susah kalau tren Nobel asalnya dari barat (kulon), &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;soal halal-haram gak masalah, beda dengan kita punya macem-macem nilai dan norma&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sendiri juga belum punya kesimpulan apa yang perlu dilakukan. Kita mau foto orang Indonesia ada gitu di buku katakanlah “PARA PENERIMA NOBEL.”&lt;br /&gt;Mengenai itu jangan jadi soal utama, yang jelas para pemuda tetap harus berkarya, tidak harus lewat Nobel, dan harusnya tidak hanya menang dalam lomba, tapi juga membuat dan “me-mabrikkan” produk yang bermanfaat bagi masyarakat luas, kalau bisa juga yang harganya terjangkau.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5750930463977799253-416225536514628021?l=raging-dream.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raging-dream.blogspot.com/feeds/416225536514628021/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5750930463977799253&amp;postID=416225536514628021&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5750930463977799253/posts/default/416225536514628021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5750930463977799253/posts/default/416225536514628021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raging-dream.blogspot.com/2008/08/cerdas-katanya-mblehom-lebih-tepatnya.html' title='Cerdas (katanya), Mblehom (lebih tepatnya)'/><author><name>Hilmee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16850958062248677370</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp0.blogger.com/_0pFOltHA23w/SJZ6aaMDzzI/AAAAAAAAAAM/ATsZrgSO18Q/S220/AA+4.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5750930463977799253.post-5864746689076987033</id><published>2008-07-28T06:26:00.000-07:00</published><updated>2008-07-28T06:28:05.030-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Embrio artikel FDK'/><title type='text'>Dari Kentut jadi Kanker</title><content type='html'>Agama tidak terpisahkan dari kehidupan manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah banyak buku yang membahas tentang isi Al Qur’an atau hukum Islam yang membeberkan dengan luar biasa atau berhubungan dengan fenomena sains dan teknologi. Namun dengan gaya khas FDK, kali ini akan menguak “seiprit” ilmu Allah -yang tentunya menggelitik nurani, mudah dicerna, dan agak nyeleneh- dalam hukum islam untuk sama-sama menyadari lekatnya agama dalam kehidupan kita (tidak seperti anggapan orang sekuler),  menguatkan iman dan “mengencerkan” otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilu modern di zaman primitif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia boleh bangga dengan demokrasinya, kini kalangan akar rumput sudah bertambah ilmu kenegaraannya, kepolitikannya, dan kedemokrasiannya. Hal ini tidak lepas dari peran pers dan kaum muda yang memperjuangkan demokrasi di negeri ini. Pemilu presiden langsung oleh rakyat, dianggap menjunjung peran rakyat dalam bidang kenegaraan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di zaman baheula, tentu hal modern akan dianggap aneh, sesat, dan tidak sesuai adat nenek moyang. Sebenarnya sejak dahulu banget -saat musimnya pengangkatan raja suatu kerajaan, ya berdasarkan darah, keturunan rajalah yang nantinya akan jadi penerus raja- Rasulullah adalah pencetus PEMILU SECARA LANGSUNG. Bagaimana tidak, khulafa’ur rasyidin pertama –Sahabat  Abu Bakar As Syiddiq- dipilih bukan berdasarkan keturunan, tapi dari musyawarah, tentu ini mirip dengan pemilu kita. Nyata saja setelah Sahabat Ali berhenti, tampik kekuasaan diambil Ummayah, dan seterusnya pengangkatan raja kembali ke tradisi lama, berdasarkan keturunan. Memang, modernisasi politik yang diusung oleh nabi belum nyampe di otak saat zaman baheula kayak gitu dan baru dirasa bener  belakangan. Ibaratnya, ngasih pesawat supersonic ke petani yang biasa pake delman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen Kentut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan bohong kalau kita ngaku gak pernah menahan keluarnya kentut (H2S) saat shalat. Para sufi dan orang alim menganjurkan agar tidak menahan kentut saat shalat (kecuali saat sangat terpaksa seperti saat shalat jum’at dan berdiri di shaf tengah :)) dengan alasan agar shalat kita bisa khusyuk dan gak mikirin kentut mulu apalagi melakukan gerakan aneh saat nahan. Begitulah alasan sederhananya, tapi yang serius, ternyata menahan kentut dapat memicu kanker, nah lo ? Di sebuah harian nasional dikatakan bahwa, dengan kentut, keseimbangan volume gas dalam tubuh bisa diseimbangkan. Bila pengeluaran gas ini sering terganggu, nantinya ada racun yang tak terkeluarkan dari tubuh dan bisa memicu kanker, jadi jangan ragu untuk kentut ! :) Namun perlu manajemen dalam dunia kentunt-mengentut, jangan sampe dalem kelas kentut seenaknya, mbok ke kamar kecil dulu, lebih baik kalau setelah itu berwudhu. Toh, kita juga belum tahu banyak tentang khasiat wudhu, bisa jadi manfaatnya hebat seperti kentut ini. Ternyata anjuran para alim ini punya khasiat lebih, tidak sederhana seperti kelihatannya. Sangat ilmiah bukan? Setelah operasipun, orang dilarang minum apalagi makan, sebelum sudah kentut terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis gizi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini berbunyi “Rasulullah Saw melarang orang meniup-niup makanan atau minuman.” (HR. Abu Dawud) dengan keterangan sederhana: Meniup-niup makanan dan minuman yang panas biasa dilakukan dengan tujuan agar lekas dingin, dan hal ini dilarang oleh Nabi. Hendaknya makanan atau minuman tersebut didiamkan saja atau didinginkan dengan metode lainnya selain dengan meniup langsung dengan mulut, misalnya dengan fan (kipas angin). Terlihat biasa saja? Wait the minute, kita niat makan untuk kenyang dan mendapat nilai gizi dari makanan untuk menunjang aktivitas. Lalu, di zaman serba sibuk, makanpun kepengennya cepet, bagi makanan yang tersaji panas, biasanya meniup menjadi jurus andalan. Nah, yang perlu tahu, saat meniup, yang keluar dari mulut adalah CO2, nah bila gas ini bercampur makanan (yang tentu mengandung air, sedikit atau banyak) akan berubah menjadi asam, pengennya dapet gizi, eeee malah gizinya rusak akibat asam tadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, Allah memang memberi perintah kepada manusia (yang tentu ilmunya sedikit) dengan perintah sederhana dan mudah untuk dilakukan, sebenarnya Al Qur’an dan hadits adalah lautan ilmu dari beragam ilmu, tapi nampaknya Allah (karena memang Maha Cerdas) menyesuaikan agar semua umat dapat mencerna ajaran agama tanpa perlu pengetahuan lebih, sebenarnya black hole, supersonic jet, superkonduktor, blue energy, rekayasa genetika, networking, bahasa pemrograman, manajemen bisnis, akuntansi, reaksi atom, penginderaan jauh ada dalam Al Qur’an, tapi tersirat bukan tersurat, logis juga kenapa hal njlimet mumet itu tidak tersurat, apalagi di zaman diturunkannya Al Qur’an peradaban manusia belum maju seperti sekarang ini. Kalau hal njlimet itu tersurat, manusia bakal males dan patah semangat mempelajari Al Qur’an –semoga kita termasuk yang gak males, walau banyak yang males dengan alasan lain-. Walaupun sudah maju, belum banyak ilmu yang digali dari Al Qur’an, ini tugas kita, dan maklum manusia ilmunya cetek. So, jangan sombong sok pinter !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Q.S. Al Hasyr : 21 “Kalau sekiranya Kami menurunkan Al Qur'an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berpikir.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5750930463977799253-5864746689076987033?l=raging-dream.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raging-dream.blogspot.com/feeds/5864746689076987033/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5750930463977799253&amp;postID=5864746689076987033&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5750930463977799253/posts/default/5864746689076987033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5750930463977799253/posts/default/5864746689076987033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raging-dream.blogspot.com/2008/07/dari-kentut-jadi-kanker.html' title='Dari Kentut jadi Kanker'/><author><name>Hilmee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16850958062248677370</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp0.blogger.com/_0pFOltHA23w/SJZ6aaMDzzI/AAAAAAAAAAM/ATsZrgSO18Q/S220/AA+4.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5750930463977799253.post-1344132384287551469</id><published>2008-07-23T05:42:00.000-07:00</published><updated>2008-07-23T05:47:09.349-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tolong dikritisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Embrio artikel FDK'/><title type='text'>Cacing Pita Pikiran Kita</title><content type='html'>Jika dirasa-rasa, bangga juga menjadi bangsa Indonesia. Betapa tidak, meskipun timbul tenggelam dalam berbagai bidang di tengah ombak globalisasi dan penjajahan gaya baru dunia, Indonesia menyicip manis rasanya berusaha bangkit dari keterpurukan. Ya, dengan pengalaman dan semangat membangun, aroma kebangkitan mulai terendus, harum. Bukankah dengan kepayahan, rasanya intisari hidup ini terasa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dimana ada manusia, pasti ada keributan. Semua orang memiliki pemikiran dan reaksi berbeda pada suatu hal atau keadaan. Namun ada kalanya pendapat seseorang seenake dewek dan cenderung pesimistik, skeptis. Contoh kecilnya, bila di suatu masjid terdapat sedikit jamaahnya, orang-orang menyayangkan, tapi saat masjid  penuh, eeee orang berkata, “Rame temen ca? Jadi sempit kih.” Jadi, penuh diomong, kosong ya diomong, dadi pengene apa Cung ? Pada skala yang lebih besar, orang menyayangkan kenapa meskipun anak Indonesia banyak berhasil menggondol medali pada olimpiade sains internasional, bangsa Indonesia belum juga gila-gilaan dalam pendidikan dan teknologi. Seakaan secara tidak langsung menjelekkan pemenang olimpiade itu sendiri. Menurut kami, sudah untung Indonesia dapat kembali menegakkan kepala di mata dunia karena prestasi anak-anak bangsa di tengah prestasi lain yang memalukan seperti peringkat korupsi dan penggundulan hutan. Banyak orang yang seolah ingin selalu hasil lebih, tanpa menghargai usaha dalam pencapaiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D&lt;br /&gt;alam menyikapi suatu masalah juga, orang sering segmented. Jika ini terjadi, bukannya tercipta suatu solusi, malah akan menimbulkan masalah lain, seperti memberantas cacing pita dengan memotong tubuhnya, seolah terlihat membunuhnya, padahal bagian tubuh yang terpotong tadi akan menjadi cacing pita baru dan akan berjoin dengan cacing pita induk untuk hidup sebagai parasit di usus kita. Untuk memberantas cacing pita, kita perlu mengeluarkan seluruh tubuhnya, termasuk kepalanya dari dalam tubuh kita sehingga tidak ada lagi parasit tersebut.&lt;br /&gt;Koruptor vs Maling Jemuran. Di pengadilan, anggap saja maling jemuran atau maling ayam yang tertangkap dihukum 10 tahun, tetapi mengapa koruptor yang menyedot milyaran rupiah uang rakyat hanya dihukum 10 bulan. Orang berkata mengapa hukuman bagi maling ayam yang notabene orang kecil, dihukum berat-berat, kan kasihan, dibandingkan jahannam koruptor yang tingkat kriminalnya kakap, yang kudunya dihukum seumur hidup. Ada yang menarik, Pak Rhenald Kasali  cenderung setuju dengan hal ini, beliau melihat fakta di Amerika Serikat sana pada tahun 1950-an, dimana kejahatan merajalela (emangnya sekarang gak ?) dan polisi berinisiatif menghentikan kejahatan besar dengan terlebih dahulu membabat kejahatan kelas kecil. Vandalisme (aksi corat-coret) di stasiun adalah sasaran pertama polisi, setelah berkurang, polisi mulai melakukan penertiban karcis penumpang, terus dan terus hingga tingkat kejahatan dapat berhasil dikurangi, baik kejahatan skala mafia ataupun kelas teri. Pak Rhenald berpendapat, untuk menghancurkan koruptor, kita harus terlebih dahulu mengurusi maling ayam atau maling jemuran. Hal ini mirip dengan “mulai dari diri sendiri, mulai dari hal kecil, dan mulai dari sekarang”, andapun sering mengucapkannya bukan ? Nah,dari berbagai pendapat disana kami berkesimpulan, bahwa tidak seharusnya kita menyelesaikan masalah hanya menyoroti kecil saja atau besar saja. Tetapi hendaknya penyelesaian dilakukan secara bersamaan, mulai dari hal kecil itu bagus, tapi bukankah akan lebih baik jika diselesaikan pada skala besar juga. Seperti mengepung musuh dari berbagai penjuru. Mengenai lama tahanan, sebaiknya peradilan bertindak tegas dan tidak pandang bulu, mbok disesuaikan dengan beratnya kejahatan to Pak Hakim ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Embrio korupsi. Jika pada skala besar, pemerintah memberantas korupsi melalui BPK dan KPK, dari skala kecil, sekolah memberantas embrionya dengan memborbardir NYONTEK. &lt;br /&gt;Ya, Pak Haris sudah sejak lama mengganyang betul budaya nyontek. Menyontek menyebabkan kemalasan, kemalasan pangkal kebodohan, kebodohan pangkal kemiskinan, kemiskinan pangkal kekufuran. Wah ai mengkenen bae, Indonesia bli maju-maju ! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangkit. Malu karena jadi benalu. Diprediksi, pada tahun 2050, Indonesia akan menggenggam dunia, menjadi negara adi kuasa bersama India dan China. Mengapa ? Bukan jawaban heroik yang keluar, karena SDM yang hebat atau penguasaan teknologi yang menggila, tapi Indonesia akan berkuasa karena karetnya, lihat saja bisnis kendaraan bermotor yang amat pesat, yang tentunya kendaraan tersebut memerlukan karet untuk ban. Malaysia akan kehabisan karetnya dan akhirnya Indonesialah yang muncul dan menguasai pasar dunia. Dalam pandangan luar negeri, kita ini hebat karena SDA bukan SDM. Bukankah Pak Bekti berkata bahwa SDA suatu saat akan habis, yang tak akan habis adalah SDM, jadi buktikanlah prediksi itu salah dan tunjukkan bahwa bangsa Indonesia bukan hanya kaya karena SDA tapi juga SDM. &lt;br /&gt;Jadi, kesimpulan besar kami, setiap omongan atau pendapat manusia terkadang benar, namun pada akhirnya terdapat pengecualian, mirip pada kimia mengenai unsur-unsur. Seperti juga teori-teori pada sains, suatu saat ada yang membantah dan muncul teori yang baru. Yang pasti benar adalah ayat-ayat Al Qur'an dan hadits. Istimewa !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang bodoh kalah dengan orang pintar, orang pintar kalah dengan orang yang beruntung, “Bertaqwalah agar kamu beruntung.” Mohon maaf bila ada kata yang kurang berkenan. Semua yang kami paparkan mungkin ada salahnya, ambil yang baik, buang yang buruk. Tetap berusaha, “Tak ada yang tak mungkin di dunia ini kecuali manusia memakan kepalanya sendiri.” Kata Pak Is dan Pak Us, قا ل.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5750930463977799253-1344132384287551469?l=raging-dream.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raging-dream.blogspot.com/feeds/1344132384287551469/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5750930463977799253&amp;postID=1344132384287551469&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5750930463977799253/posts/default/1344132384287551469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5750930463977799253/posts/default/1344132384287551469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raging-dream.blogspot.com/2008/07/cacing-pita-pikiran-kita.html' title='Cacing Pita Pikiran Kita'/><author><name>Hilmee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16850958062248677370</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp0.blogger.com/_0pFOltHA23w/SJZ6aaMDzzI/AAAAAAAAAAM/ATsZrgSO18Q/S220/AA+4.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5750930463977799253.post-2947140305333399114</id><published>2008-07-13T00:30:00.001-07:00</published><updated>2008-07-13T00:30:51.393-07:00</updated><title type='text'>Tips Terkenal Lewat Blog</title><content type='html'>Gue sengaja bikin judul kayak ntu biar banyak yang baca. Gue sadar, gue ini sebenernya gak perlu berkoar lewat blog juga udah terkenal (jedagh!), apalagi kalo gue masang poto terbaik gue, pasti banyak yang [klik kanan, save picture as : cowok ganteng], kan bahaya !&lt;br /&gt;Udah ah bergombal rianya, sempet kecewa waktu gue dulu googling dengan kata kunci yang sama “Tips Terkenal Lewat Blog” eh yang keluar malah gak ada tips sama sekali dan yang ada cuma gambar anak kecil gak keruan. Sekarang beneran nih tipsnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Skin, atau template. Hal ini sangat amat berpengaruh banget sama banyaknya visitor. Mungkin juga postingan kamu udah bermutu tapi meski ada yang visit, tapi mereka gak kieng nge-shout apalagi komen karena ngeliat kamu pake template standar. Kamu bisa dapetin skin gratis dari www.blogskins.com , kamu tinggal pilih, trus ntar klik bagian [blogger main], nah download deh text htmlnya dan jangan lupa gambar pendukungnya juga [biasanya ada di bawah kotak blogger main].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang udah mayan pengalaman, bikin ndiri deh gambar back groundnya, biasanya sih ukuran gambarnya 800 x 600 pixel. Trus nanti di upload misal di www.photobucket.com , kalo belum jadi member ya sign up dulu, cepet kok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, waktu gue masi pake skin standar, ampe lumutan kale, jarang yang visit. Eh, pas ganti skin apalagi bikin ndiri dan colorfull pula, eh ada yang nge-shout “nice blog header, lam kenal yah”, uuuuuuuuuuuhhh, semenjak itu, nge-blog makin manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Posting. Kalo kamu new comer dalam blogging, kamu musti posting hal yang kira-kira banyak dicari orang, gak bikin bete juga [contoh: kalo lagi musim USM PTN, kamu bisa bikin judul “Pengalaman USM ITB Gue”]. Lama-lama, kalo visitor uda banyak kamu bisa deh fokus ke tema blog kamu sebenernya, apa sport, agama, lawak, masak, dll. Trus jangan kebanyakan karakternya, bikin males mbaca.  Jangan lupa juga posting yang rutin, seminggu sekali kek, biar gak dianggep mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Keaktifan. Kalo mau di kenal, ya kenalan donk! Klik deh, link di salah satu shout box blog orang. Trus komen yang kira-kira ngakrab gitu. Ntar juga mereka bakal ngerespon. Rajin juga buat ngetik atau ngasih komen di website/blog yang kamu datengin, kapan-kapan mereka bakal iseng nge-link alamat blog kamu. Kalo gue sih berprinsip “nge-blog itu hidup sehat”, [secara gimana mau dibilang sehat coba, yong kita cuma duduk depan komputer, ngorbanin mata dengan radiasi dan nganggurun otot kaki, yah gimana lagi, komputer uda jadi temen dalam hidup gue] jadi gak males2 deh nge-blog, apalagi skin baru, uuuuu seruuuuuuuu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mau bilang makasih dan nanya lebi lanjut silahkan. Wakax !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5750930463977799253-2947140305333399114?l=raging-dream.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raging-dream.blogspot.com/feeds/2947140305333399114/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5750930463977799253&amp;postID=2947140305333399114&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5750930463977799253/posts/default/2947140305333399114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5750930463977799253/posts/default/2947140305333399114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raging-dream.blogspot.com/2008/07/tips-terkenal-lewat-blog.html' title='Tips Terkenal Lewat Blog'/><author><name>Hilmee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16850958062248677370</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp0.blogger.com/_0pFOltHA23w/SJZ6aaMDzzI/AAAAAAAAAAM/ATsZrgSO18Q/S220/AA+4.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5750930463977799253.post-4667787161648062811</id><published>2008-07-13T00:20:00.000-07:00</published><updated>2008-07-13T00:29:49.538-07:00</updated><title type='text'>"WE ARE DEFINTIALY TOUGH EONQVERORS "</title><content type='html'>Di UGM, mahasiswa Cerbon dijuluki KIRKOM (K*R^K community), hah gue pikir itu terlalu kasar, gue dan Faqih punya nama baru yaitu J-Com (Jeh Community) yang lebih sopan tapi teteb lucu. Sial ! charger hp gue gak kebawa, so dia cuma bisa idup mpe jam 7 pagi tanggal 3 Juli. Jam 8 kurang 15 menit gue ke Grha Sabha Pramana buat TOEFL, karena dingin gue pake jaket yang keren dari samping dan depan, tapi malu-maluin dari belakang, tulisannya "WE ARE DEFINTIALY TOUGH EONQVERORS", di gedung, sempat salah ruangan juga, pas banget tes baru mulai, gue lupa buka jaket dan gak niat juga karena disana dingin bro! Meski malu, secara TOEFL gitu, English well please, tulisan di belakang jaketku meruntuhkan harga diriku, apalagi gue duduk no pertama, paling depan! Gue gak setuju kalo pakaian akan mencerminkan siapa yang make, Englishku gak jelek2 amat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 11, TOEFL selesai, gue jalan2 ma Faqih keliling kampus MU (MIPA utara) dan Milan (MIPA selatan). Setelah ketawa-ketiwi dan liat2, juga sholat dhuhur, gue berencana langsung pulang nanti sore ke Cerbon naik SEPUR (kereta). Tanya2 ma mas2 di halte Bus Trans tentang jadwal kereta dll, sampe dia keluarin kartu kereta apinya, dengan bangga, dia berkata, "Orang-orang di stasiun dah kenal sama saya, kalo adek2 ini pesen tiket sama saya wah bakal gratis, tapi sayang saya lagi tugas di sini." Setelah dapet banyak info, kita cabut ke wartel, mau request ticket by phone. Sial yang sebenarnya beruntung, jaringan sibuk terus. Kami nyerah, keluar, hp Faqih geter, ada SMS keberuntungan, Desti nawarin pulang naik kereta, ayahnya lagi di stasiun, wah, Alhamdulillah, kami lansung mesen aja ma babeh Desti. Dua pencetus Jeh Com kembali ke tempat masing2, nyiapin barang buat pulang. Dan akhirnya jam 1-an pagi kita datang di CIREBON tercinta, depan stasiun, bapak Desti langsung ambil motor orang yang njemput beliau, langsung nganter gue ke jalan raya Kartini, Desti melongo liat ayahnya, kok malah ngurusin Anis to? Babeh Desti memang hiperaktif, gak pernah capek. Huh, asyiknya jadi LIFE OBSERVER, tu kan Englishku bagus! YES WE ARE DEFINITELY TOUGH CONQUERORS !.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5750930463977799253-4667787161648062811?l=raging-dream.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raging-dream.blogspot.com/feeds/4667787161648062811/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5750930463977799253&amp;postID=4667787161648062811&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5750930463977799253/posts/default/4667787161648062811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5750930463977799253/posts/default/4667787161648062811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raging-dream.blogspot.com/2008/07/we-are-defintialy-tough-eonqverors.html' title='&quot;WE ARE DEFINTIALY TOUGH EONQVERORS &quot;'/><author><name>Hilmee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16850958062248677370</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp0.blogger.com/_0pFOltHA23w/SJZ6aaMDzzI/AAAAAAAAAAM/ATsZrgSO18Q/S220/AA+4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5750930463977799253.post-4616094740774451427</id><published>2008-07-05T00:46:00.000-07:00</published><updated>2008-07-05T00:47:34.963-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Universitas Gadjah Mada'/><title type='text'>UGM 1</title><content type='html'>Tanggal 2 Juli, Aku menekadkan diri berangkat ke Jogja, sendiri, tanpa diantar siapapun. Sebelum ke Terminal Harjamukti, aku naik bus KOPAYU, di dalamnya aku sadar kalo sandalku jatoh satu, jadi seperempat dari misiku adalah bawa sendal yang cuma satu ini balik lagi ke Cirebon. Turun di terminal, insiden terjadi, seorang calo nanya padaku, "Kemana dek?" Lalu aku jawab, "Ke Jogja." "Ooo, itu naik bus #@$%^&amp;*$ (jangan sebut merek dan aku juga lupa namanya, aku juga belum pernah naik bus itu)" Bener kan? Tapi yang aku kira bus Cirebon-langsung Jogja bukan cuma imajinasi, ternyata memang cuma imajinasi, aku harus transit ke Semarang dulu baru ke Jogja, so aku ke loket bus lainnya, bukan yang dikasih tau calo tadi, saat di loket, calo tadi marah dan yah heran napa aku gak nurut kata dia. Aku slonong boy aja ke bus yang udah aku beli tiketnya, brum, bus ke Semarang. Transit, aku naik bus ke Jogja, agak keluar Terminal Terboyo, persis di deretan bangku sebelahku, ibu-ibu Tegal teriak2, &lt;strong&gt;"Pak Supir, stop ndisit !", &lt;/strong&gt;rupanya ada orang yang ketinggalan yang gak lain suaminya sendiri, ternyata itu cuma strategi, ngakunya suaminya tadi sholat dulu, jadi ketinggalan. Karena takut gak kebagian bus pula, ibu tadi naik sama2 sodaranya yang lain, suaminya ndiri ketinggalan, "Lebih baik ketinggalan 1 orang daripada 1 keluarga gak dapat bis", sepertinya jadi strategi. Dengan logat khas Tegal, ibu2 tadi berjibaku argumen dengan kernet, aku hanya batuk (Emang lagi batuk).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5750930463977799253-4616094740774451427?l=raging-dream.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raging-dream.blogspot.com/feeds/4616094740774451427/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5750930463977799253&amp;postID=4616094740774451427&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5750930463977799253/posts/default/4616094740774451427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5750930463977799253/posts/default/4616094740774451427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raging-dream.blogspot.com/2008/07/ugm-1.html' title='UGM 1'/><author><name>Hilmee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16850958062248677370</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp0.blogger.com/_0pFOltHA23w/SJZ6aaMDzzI/AAAAAAAAAAM/ATsZrgSO18Q/S220/AA+4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5750930463977799253.post-8121074816504898850</id><published>2008-07-05T00:41:00.000-07:00</published><updated>2008-07-05T00:45:15.794-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Imam Hadi'/><title type='text'>Imam Hadi Pramono [Dewa Penolong, Penganut Mazhab Cepak]</title><content type='html'>“Dewa Penolong orang susah” layak digelarkan buat Imam. Rumah Imam paling dekat diantara temen-temen cowok yang sekolah di SMA 1 Cirebon, oleh karena itu, dia juga dewa penolong bagiku. Imam itu orang mampu, tapi aku dibikin geleng kepala karena dia sederhana, kemana-mana naek angkot, bukan mobil pribadi. Pernah daya sabar Imam diuji, waktu kelas 2 SMP, waktu sering-seringnya main ke rumah Imam, temenku yang satu lagi, &lt;strong&gt;Muhammad Nurul Falah &lt;/strong&gt;(dipanggil Falah Jonson oleh Sutrisno), 2 kali memecahkan tutup lampu taman waktu main bola, ya kira-kira harganya &lt;strong&gt;200 ribuan&lt;/strong&gt;. Aku kira Imam bakal marah dan minta ganti rugi ke Falah Jonson, nyatanya teoriku runtuh, ambruk, rata dengan tanah. &lt;strong&gt;Imam dengan senyum, Falah pucat pasi, Aku ngeri mbayanginnya&lt;/strong&gt;, “Udah, gak pa pa Fal !” Falah lega tapi gak percaya, aku, gubrak! Hipotesisku, saraf marah Imam udah putus. Kalau di Piyi IT Corp, Imam pantes jadi koordinator keuangan, selain karena “lempeng”, Imam juga jujur. Yang sayang dari Imam, dia gak bisa ngomong gak kalau urusannya nolong orang, karena itulah, &lt;strong&gt;orang-orang membenalukan dirinya ke Imam&lt;/strong&gt;, jadi Imam sibuk nolong, padahal dirinya gak ke tolong. Imam, &lt;strong&gt;penganut mazhab cepak ini juga ITB wannabe&lt;/strong&gt;, waktu orang sibuk ikut macem-macem UM, Imam hanya ikut yang tujuannya ITB, ya, semoga ITBnya tercapai.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5750930463977799253-8121074816504898850?l=raging-dream.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raging-dream.blogspot.com/feeds/8121074816504898850/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5750930463977799253&amp;postID=8121074816504898850&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5750930463977799253/posts/default/8121074816504898850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5750930463977799253/posts/default/8121074816504898850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raging-dream.blogspot.com/2008/07/imam-hadi-pramono-dewa-penolong.html' title='Imam Hadi Pramono [Dewa Penolong, Penganut Mazhab Cepak]'/><author><name>Hilmee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16850958062248677370</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp0.blogger.com/_0pFOltHA23w/SJZ6aaMDzzI/AAAAAAAAAAM/ATsZrgSO18Q/S220/AA+4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5750930463977799253.post-7993638331846795283</id><published>2008-07-01T02:23:00.000-07:00</published><updated>2008-07-01T02:25:02.733-07:00</updated><title type='text'>Teuku Zulfikar [Ganjil, artistik]</title><content type='html'>Kesan pertama melihat bocah ini, &lt;strong&gt;ganjil, sumringah, dan artistik&lt;/strong&gt;. Percisnya sejak kelas 2 SMP aku mendengar namanya disebut, &lt;strong&gt;Ijul&lt;/strong&gt;. Di kelas 2 SMA aku baru tahu siapa ijul sebenarnya. Sering berpasangan dengan Ali Bolm, suka bercanda, dan keliatan familiar, itulah ijul. Ah, dikelas 3 aku suka mendengar dongeng kalau Si Ijul sanggup &lt;strong&gt;berdiri berjam-jam di Gramedia &lt;/strong&gt;demi mbaca buku yang sedang digandrunginya, waktu itu novel HarPot yang tebelnya minta ampun, B.ING pula. Pernah suatu hari, petugas Gramedia sampai menanyai identitas Ijul, mungkin sebel dan bosen melihat orang gak tahu diri, yang ke Gramedia cuma mau mbaca gratis. Mendengar dongeng itu dan bergaul dengan Ijul berbulan-bulan, minat bacaku meningkat. Selain &lt;strong&gt;Sutrisno&lt;/strong&gt;, Ijul adalah orang yang paling asyik ke-2, “gila” juga tentunya. Yang sayang dari Ijul, meski di pergaulan orangnya asik dan punya ide cemerlang, tapi pas rapat organisasi, yang aku berharap gede kalau Ijul bakal ngomong hal luar biasa seperti baiasanya, nyatanya gak. Kalau di &lt;strong&gt;Piyi IT Corp &lt;/strong&gt;(Pabrik Printer di Panembahan itu lo?), Ijul pantes jadi  Ketua Tim Kreatif atau gak Pimpinan Bagian Penjualan karena orangnya GAOL JADOL.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5750930463977799253-7993638331846795283?l=raging-dream.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raging-dream.blogspot.com/feeds/7993638331846795283/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5750930463977799253&amp;postID=7993638331846795283&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5750930463977799253/posts/default/7993638331846795283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5750930463977799253/posts/default/7993638331846795283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raging-dream.blogspot.com/2008/07/teuku-zulfikar-ganjil-artistik.html' title='Teuku Zulfikar [Ganjil, artistik]'/><author><name>Hilmee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16850958062248677370</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp0.blogger.com/_0pFOltHA23w/SJZ6aaMDzzI/AAAAAAAAAAM/ATsZrgSO18Q/S220/AA+4.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5750930463977799253.post-2881313905583096849</id><published>2008-05-23T22:32:00.000-07:00</published><updated>2008-05-23T22:36:04.723-07:00</updated><title type='text'>"Gila", konotatif atau denotatif ?</title><content type='html'>Sepanjang karir nulis, sejak duduk di kelas 3 SMA, aku kayaknya ngalamin kejadian mirip &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;DEATH NOTE.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nah Lo? Gini ceritanya. Di kelas 2 dulu, aku menggawangi temen-temen yang liar aspirasinya, &lt;br /&gt;raging lah pokoknya. FDK, itu nama organisasi jurnalis gubuk di SMA 1 Cirebond. Nah, dulu aku sering &lt;br /&gt;nulis kalo orang tu musti :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mbagiin ilmunya ke orang laen&lt;br /&gt;- Kudu ngadepin sikon gawat dengan tenang&lt;br /&gt;- Belajar jangan males&lt;br /&gt;- Nyerahin semua setelah ikhtiar sama Gusti Allah, dll lah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semua yang aku saranin ma orang seakan minta bukti, minta pertanggung jawaban, seolah ngomong, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Hei orang yang nulis, &lt;br /&gt;jangan cuma nyuruh orang,kamu juga belum tentu bisa ngelakuinnya."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nah, yang gawat nih, beberapa hari kemaren, aku kepikiran bikin posting blog yang judulnya &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Kegilaan untuk jaga Kewarasan." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Isinya bakal mbahas "gila" biasa ditafsirkan hebat, luar biasa, keren, berarti konotatif kan? eh yang nimpaku malah denotatif.&lt;br /&gt;yang jadi mirip Death Note, apa yang aku niat tulis, kejadiaannya berbalik ke aku ndiri, Aksi=-Reaksi.&lt;br /&gt;Ceritanya aku dan pamanku juara1 pergi buat nyari angkot (namanya GP) kosong, buat dicarter. E,e,e...&lt;br /&gt;Di perempatan Plered, ada orang dari belakang bilang, "Uang !", Money Talks. orang itu cwek, rambutnya &lt;br /&gt;panjang gimbal, gelang pake karet, baju semrawut, ternyata &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;orang gila !&lt;/span&gt; e, ngeliat aku ga ngasih duit, dia &lt;br /&gt;malah nyowel celanaku, nyoewel jaket pamanku,sambil melet-melet, ngeri! cabul! yang bikin gawat lagi, depan, belakang, kiri, kanan,&lt;br /&gt;semuanya &lt;br /&gt;mobil dan pembatas jalan, motor kita gak bisa kabur, gak ada yang nolongin, tapi aku lawan sebisanya.&lt;br /&gt;Sial ! lampu merah gak ijo-ijo! saat ijo, Paman langsung Ngegas, brum !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan itu, rasanya aku jangan deh nulis yang macem-macem, yang belum bisa aku lakuin ndiri. Yang harus &lt;br /&gt;aku tulis kudu yang bagus, kayak dapet duit semilyar, ketemu cewek jodohku yang aduhai, dll lah, enjoy this life.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5750930463977799253-2881313905583096849?l=raging-dream.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raging-dream.blogspot.com/feeds/2881313905583096849/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5750930463977799253&amp;postID=2881313905583096849&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5750930463977799253/posts/default/2881313905583096849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5750930463977799253/posts/default/2881313905583096849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raging-dream.blogspot.com/2008/05/gila-konotatif-atau-denotatif.html' title='&quot;Gila&quot;, konotatif atau denotatif ?'/><author><name>Hilmee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16850958062248677370</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp0.blogger.com/_0pFOltHA23w/SJZ6aaMDzzI/AAAAAAAAAAM/ATsZrgSO18Q/S220/AA+4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5750930463977799253.post-7484932549425578469</id><published>2008-05-12T02:08:00.000-07:00</published><updated>2008-05-12T02:33:41.538-07:00</updated><title type='text'>Lanjutan Uncle Award</title><content type='html'>4. Saya kawinkan ananda………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pamanku ini Abdul Basit namanya. Seorang yang mengawinkan belasan orang tiap harinya, ya ia adalah seorang penghulu di KUA Plered. Om basit sering ngajak aku ke mall untuk beli baju buatnya. Asia, Yogya lama, Yogya Baru, Grage Mall, sudah dijajalnya bertahun-tahun. Yang paling buat aku kagum, pernah ia mlirik satu baju yang nyentrik, nyoba dipake, dalam hatinya udah sreg, lantas ia bawa ke mbak-mbaknya. “Nanti bisa diambil di kassa ya Pak!” Angguk yang dilakukannya, aku hanya melongo. Setelah mbak-mbak membungkus baju itu sambil senyum, pamanku melangkah, aku pikir ia bakal ke kassa untuk mbayar, eh ga ada ujan ga ada angin ga ada gledek, dia melengos ke luar, bukan ke kassa, bingung aku, lantas aku Tanya, “Om, gak ke kassa?”, “Ah, pikiran Om berubah”, ha…….ha……ha, Om menganut paham pembeli adalah raja, mau beli atau ga jadi beli, urusan pembeli, tak ada paksaan, it’s democracy man! Aku niru perbuatan ini dalam mbeli peripheral computer, tanya sebelum beli, selengkap-lengkapnya, ujung-ujungnya, “Ya udah, nanya dulu ya mbak !”, lantas aku lakukan hal yang sama pada toko computer lain, finally, aku pilih yang ngasih harga termurah, Ilmu Ekonomi itu penting bung! Hahaha…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Om ku Guru Master Fisika itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Om ku ini bukan anak nenekku, ia adalah menantu. Om Faqih, aku sebutnya. Om ku ini sering berkutat dengan computer, WORD dan EXCEL. Aku suka nanya tentang computer, tentang segala hal, kalo dia ga ngerti, dengan rendah hati, “Wah, kalo itu Om ga tau.” Dulu, saat malam Kang Ayip meninggal, aku melayat bersama mamah dan pamanku ini. Ngisi waktu, aku ngobrol tentang Olimpiade Fisikaku, aku sebut bahwa di SMA 1, sekolahku, orang Plumbon dulu pernah sampai ke Italy untuk ikut International Physic Olympiad. Rupanya kabel data kita connect dengan baik, “Mahmuri” teriaknya. Lo kok om tau siapa orang itu? Lo Mahmuri itu dulu Om ajari ngaji ! Aku terperanjat, kegirangan. Lalu aku tanyakan dongeng bahwa Mahmuri belajar fisikanya 7jam perhari.  &lt;br /&gt;“Wah, kalo itu Om ga tau” yang tau, dia itu kalo siang main mulu, main basket di SMP Plumbon! Ora ya ora mbuh (tidak puguh) keliatannya sih, tapi barangkali kalo malam anak itu belajar keras sampai-sampai ia bukan hanya bisa naik beca menuju SMA 4, bukan hanya bisa naik bis SAHABAT menuju Jakarta untuk final tingkat nasional, tapi ia berhasil naik pesawat GARUDA INDONESIA yang gagah itu, tidak tanggung-tanggung, Italy, Mama miaaaaaaaaaaa……………………… Suatu hari kau bisa sepertinya, pergilah, berkelana yang jauh nak ! (Semoga saja nanti Jerman tidak ada masalah dengan Indonesia, jangan sampai cerita Mang Iman terulang) aku ingin ke Jerman !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pamanku main di KUNGFU HUSTLE !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stephen Cou, pemain film komedi-laga itu tampaknya operasi plastic dan memilih wajah pamanku untuk ditirunya, benar-benar mirip ! Om Wiang (Wildan : bidadara surga), seorang yang amat sangat humoris. Waktu kecil ia sering berkelahi dengan temannya, sampai-sampai bapak dari anak yang ditangisinya menyatroni rumah nenek dengan membawa golok dan berteriak “Endi Si Wiang !” (mana Wiang !). Menurut mamah, walau Om begitu, ia tak pernah sekalipun merusak daun-daunan, menyobek, menumbangkan apalagi, ia green man. Kakek punya rumah tua, tak ada yang menunggui, tapi Om ku yang satu ini senang dengan hal antik, ia rawat rumah itu hingga layak huni, aku pernah main ke rumah itu, melihat samurai tua yang masih mengkilap. Pamanku ini sering meledekku, “Masa’ magic com professor je rusak ?” sambil tertawa. Ia menyebutku professor, karena tau bahwa aku gemar belajar, ehm. Aku memang mewarisi hoby kakek, ngutak-utik barang, buatku, mesin, barang elektronik, adalah ART IN COMPLEXITY. Paman seorang yang cuek, senang melihatnya menjalani hidup ini, aku terkesima. Beberapa bulan kemarin, Tukang Tahu Gejrot nanya tentang pamanku ini, kemana perginya pemegang rekor orang yang kuat makan tahu gejrot make cabe sampe 15 itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Master of Laughing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung adalah daerah jajahannya, Om Agus. Orang inilah yang membuat salah satu temanku bertanya, “Nis, itu paman kamu, kok ganteng ya ?” Pamanku ini suka bertugas mengambil raportku di sekolah, makannya dia banyak dilirik cewek2 sekolahku. &lt;br /&gt;Pamanku ini senang sekali bercanda, setiap ketemu orang bawaannya mau ketawa, apalagi kalo ada Om Wiang. Om Agus lah yang mengajari aku menjelajah semua isi kota, semua jalan tikus, semua toko murah, semua jalan anti polisi, semua alamat rumah saudara, dan semua hal tentang komputer. Pernah penyakit aneh Om Agus kambuh, dia mbeli motor temennya “Honda 80” dengan harga 2 juta. Secara, ngapain coba di jaman modern kayak gini mbeli motor tua dan udah gak beres ? Rupanya otak Om merencanakan sesuatu. Minggu pagi, om ngajak aku ke Watu Belah dengan Honda 80 itu tentunya, “Dokter mesin terhebat dan termurah di kabupaten kita ada di sana”, Om bersabda, aku tunduk. Di sana ada 2 orang menunggu, wajah familiar daerah pinggiran. Sontak mereka buka mesin motor itu, semua yang ada dipreteli, dibongkar, dilempar-lemparin semaunya mereka, “Bearing, that’s the problem, take this !”,mereka berkata pada om. Brum, motor Jupiterku di bawa menuju pusat Kabupaten Cirebon, Plered. Tik-tok, saat itu masih jam 7 pagi, blum ada toko onderdil yang buka. Klak-klok, 3634 detik kemudian, toko buka, tapi ada satu masalah, bearing baru harus di pasang di torsinya, klik-klok, pegawai toko yang bisa masang bearing belum datang, hah. 1646 detik kemudian, pemuda-pemuda berparas lumayan sudah datang,  nampaknya lulusan STM jurusan mesin. Eh, Uh, Oh, Aaaaaaaah, 5280 detik yang setia kami tunggu semakin membuat gila, absurd. Budaya aneh, penyakit gila nomer 34, mereka bukan langsung kerja, tapi malah ngrokok, minum kupi, becanda, plus dangdutan pula, kami makin jengkel. Om ku berkata sambil ketawa lirih di depanku, “Wah, klo gini terus, Indonesia gak maju-maju !”, 967 detik kemudian barulah orang-orang bertampang rajin padahal pemalas itu mengerjakan proyek kami, masang bearing. Selesai sudah neraka waktu berlalu. Brum, Watu Belah We are coming. Di sana 2 orang master mesin nunggu, pelanggan lain yang kelihatannya calo motor ikut nimbrung. Torsi diambil, dengan cekatan reflek tangan-tangan dengan puluhan tahun makan bensin dan oli, onderdil yang tadinya berantakan gak keruan, terpasang kembali, mataku bersinar-sinar melihat bakat Tuan Porsche dan Tuan Ferrari merakit Honda 80 pamanku. Dalam hatiku, mesin memang  ART IN COMPLEXITY. Nanti, kalau Pabrik Printer Piyi Corp sudah dibangun, aku akan selektif memilih pegawai, jangan sampei kaya pegawe bengkel bearing itu. Om Agus memang sering membawaku ke tempat sumber cerita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5750930463977799253-7484932549425578469?l=raging-dream.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raging-dream.blogspot.com/feeds/7484932549425578469/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5750930463977799253&amp;postID=7484932549425578469&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5750930463977799253/posts/default/7484932549425578469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5750930463977799253/posts/default/7484932549425578469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raging-dream.blogspot.com/2008/05/lanjutan-uncle-award.html' title='Lanjutan Uncle Award'/><author><name>Hilmee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16850958062248677370</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp0.blogger.com/_0pFOltHA23w/SJZ6aaMDzzI/AAAAAAAAAAM/ATsZrgSO18Q/S220/AA+4.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5750930463977799253.post-6736950495997957799</id><published>2008-05-03T15:09:00.000-07:00</published><updated>2008-05-03T15:11:36.317-07:00</updated><title type='text'>Uncle Award 2008</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#3333ff;"&gt;Aku ini seperti Said di film Bajaj Bajuri, punya banyak paman. Dari keluarga mamah, aku punya 6 paman, ditambah lagi dari suami bibiku. Nah, aku pengen nyeritain keunikan paman-pamanku dan ngurut dari ranking 7 sampe 1, inilah orang-orang (aneh) yang mewarnai hidupku itu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Older Brother&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pamanku yang satu ini ku panggil Wa’ Oni. Ia yang tertua dalam keluarga besarku. Beliaulah yang mengenalkan aku jahatnya SAHABAT. Loh, salah ketik ga’ nih, ya Uwa’ ku ini doyan ngajak aku waktu masih kecil naik BIS SAHABAT  yang terkenal ga ketat SPSB (seleksi penerimaan sopir baru)nya, gimana gak, wong bisnya ngebutnya minta ampun, sradag-srudug, ga karuan. Dulu, sebelum nikah, pamanku yang satu ini sayang banged ma aku, maklum aku adalah cucu pertama yang lahir di keluarga besar. Namun sekarang ini, anaknya uda 3, 1 baru keluar kemaren. Jadi, aku bukan lagi primadonanya. Just give 7th for him.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Ompol Si Ancol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pamanku ini guru bahasa Inggris. Ia yang ngajarin aku hidup dengan berbudaya, berperadaban, sebab aku kecil dulu brutal, buang air besar sembarangan, hah dan aib lainnya. Wa’ Ilik ini yang ngajarin aku cara minum obat modernly, without banana. Ia juga yang ngasih tau pentingnya ngurus barang-barang, TV, telepon, and so on. Waktu umurku 6 tahun (lagi lucu-lucunya), beliau pernah ngajak aku ikut study tour sekolahnya ke Jakarta, Ancol tepatnya. Kora-kora, jet coaster, komidi kuda-kudaan, kereta terjun, baru aku liat saat uwa’ mengajakku. Naas setelah acara bersenang-senang itu, aku pulang naik bis SAHABAT dan malamnya aku ngompol, persis di kursi nomor 39. Pamanku nampaknya tahu, tapi ia ga’ bilang-bilang. Rasanya, SAHABAT yang dulu menggenjot adrenalinku dengan ngebutnya berhasil aku balas. Orang ini pula yang mengajari aku secara ga’ langsung pentingnya sholat berjamaah, sebab kalo aku sholat di masjid terindah di Cirebon (Masjid Panembahan), pasti juga ada beliau. 6 for Wa’ Ilik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Sate Kanguru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mang Iman, aku sebut namanya. Waktu muda dulu, beliau punya kamar dengan poster besar-besar bergambar tokoh-tokoh ulama timur tengah. Kaligrafi buatannya seindah lukisan Picasso dan seluarbiasa Segitiga tak Mungkin Reuters. Pamanku ini yang bikin ngisi lokus-lokus otakku dengan hapalan Asmaul Husna, setiap ibu-ibu pengajian mbaca asmaul husna dengan susah payah mbaca catetan dan primbon (maklum dah tua), aku lancar memplay pita suaraku dengan asmaul husna itu (maklum masih anak-anak), sontak ketika aku mbaca, ibu-ibu itu kagum dan banyak juga yang ketawa, ga jarang juga yang ngasih aku Rp 500 , “Ni Nis, buat jajan.” SSS, perfeit bagi keluarga besarku, pamanku pernah tidak naik kelas di SD Inpres, tapi ia berhasil sekolah sampei S3. Dahulu, saat Indonesia berseteru dengan Australia, pamanku ditawari sekolah di Australi, saat minta izin ke nenekku, “Wis, ning Endonesa bae, Australi adoh-adoh” (maksudnya : sudah di Indonesia saja, jangan jauh-jauh ke Australi), walau tak mengerti keadaan tegang Ind-Aus, sepertinya nenekku punya insting kuat untuk ga mengijinkan Mang Iman. Mungkin bila maksa ke Aus, bakal jatoh pesawat, terombang-ambing di laut pasifik berbulan-bulan, dan di makan ikan hiu, nenekku memang hebat! Tapi musnah harapanku untuk bisa makan / melihara kanguru Australi. S3 Inilah yang jadi dongeng-dongeng orang tuaku, kepingin anaknya ini nyampe S3 seperti pamannya, pingin jadi dosen juga seperti beliau. S3, 4 boleh lah !&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#3333ff;"&gt;To be continued next week.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5750930463977799253-6736950495997957799?l=raging-dream.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raging-dream.blogspot.com/feeds/6736950495997957799/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5750930463977799253&amp;postID=6736950495997957799&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5750930463977799253/posts/default/6736950495997957799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5750930463977799253/posts/default/6736950495997957799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raging-dream.blogspot.com/2008/05/uncle-award-2008.html' title='Uncle Award 2008'/><author><name>Hilmee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16850958062248677370</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp0.blogger.com/_0pFOltHA23w/SJZ6aaMDzzI/AAAAAAAAAAM/ATsZrgSO18Q/S220/AA+4.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
